Jakarta (ANTARA) - Ketua Yayasan Kampung Budaya Betawi Sukapura Yusriah Dzinnun mengatakan Kampung Budaya Betawi Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara merupakan ruang pelestarian adat dan budaya Betawi di DKI Jakarta,
“Kampung Budaya Betawi Sukapura telah berjalan hampir dua tahun sebagai hasil inisiasi bersama berbagai pihak termasuk tokoh Betawi se-Jabodetabek,” kata dia di Jakarta, Senin.
Menurut dia, berbagai kegiatan rutin telah digelar, seperti pelatihan budaya Betawi bagi generasi muda sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam melestarikan budaya lokal.
Yusriah mengatakan salah satu produk yang dihasilkan dari Kampung Budaya Betawi Sukapura adalah lahirnya produk batik Betawi Sukapura.
Batik Betawi Sukapura mengangkat motif dari lingkungan sekitar, seperti daun kelor, daun jarak, sayur asem, dan lainnya.
Pihaknya sangat fokus pada pelestarian budaya Betawi dan ke depan berencana membangun pendopo di sisi timur serta menghadirkan perpustakaan sebagai pusat literasi budaya.
Baca juga: Pemkot Jakut dukung Batik Sukapura guna lestarikan budaya Betawi
Sebelumnya, peluncuran batik Betawi khas Sukapura di Kampung Budaya Betawi Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jumat (10/4) dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni khas Betawi, seperti gambang kromong, tari ondel-ondel, serta peragaan busana batik Betawi Sukapura.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan peluncuran ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Betawi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan fasilitas agar kegiatan seni dan budaya dapat berlangsung lebih optimal.
Dirinya berharap kegiatan membatik dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada tahun mendatang, ia mendorong para perajin, khususnya kaum ibu, untuk berkreasi menciptakan motif batik khas bertema lima abad Jakarta.
“Semoga apa yang kita bangun bersama ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mari kita bangun Jakarta secara bersama-sama,” Wagub Rano.
Baca juga: Pemprov DKI berkomitmen fasilitasi pengembangan budaya Betawi
Baca juga: 85 karya budaya Jakarta sudah jadi Warisan Budaya Takbenda
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.