... lompatan digital Indonesia tidak akan ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, tetapi oleh kualitas manusia yang menggerakkannya. Modal manusia yang kuat menjadi fondasi bagi produktivitas, inovasi, dan daya saing.
Jakarta (ANTARA) - Indonesia tengah berada pada fase krusial dalam perjalanan pembangunannya. Ambisi untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital dunia kian nyata, ditandai oleh pembangunan infrastruktur digital yang masif, masuknya investasi pusat data, serta dorongan hilirisasi berbasis teknologi. Arah ini sudah tepat.
Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat prasyarat mendasar yang tak boleh diabaikan: penguatan modal manusia.
Laporan terbaru Bank Dunia, East Asia and Pacific Economic Update April 2026, memberikan pengingat yang relevan. Keberhasilan transformasi digital pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat teknologi diadopsi, melainkan oleh seberapa siap sumber daya manusia dalam memanfaatkannya.
Di sinilah kualitas pendidikan, keterampilan, dan literasi dasar menjadi penentu. Tanpa fondasi tersebut, lompatan digital berisiko tidak menghasilkan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian.
Kawasan Asia Timur dan Pasifik tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi global, meskipun laju pertumbuhannya mulai melandai. Indonesia termasuk di dalamnya, dengan kinerja ekonomi yang relatif stabil. Namun, di balik stabilitas tersebut, terdapat tantangan struktural yang perlu segera direspons, yaitu produktivitas.
Selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang oleh akumulasi modal dalam bentuk investasi fisik dan ekspansi tenaga kerja - dibandingkan peningkatan produktivitas. Ini berarti ruang untuk tumbuh melalui efisiensi dan inovasi belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Fenomena lain yang patut dicermati adalah pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian. Alih-alih berpindah ke sektor manufaktur berteknologi tinggi, sebagian besar tenaga kerja justru terserap ke sektor jasa dengan produktivitas relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi struktural ekonomi Indonesia belum sepenuhnya optimal.
Dalam konteks ekonomi digital, tantangan ini kian relevan. Negara-negara seperti Malaysia dan Vietnam telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan nilai tambah industri berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Indonesia memiliki potensi serupa, tetapi realisasinya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia.
Baca juga: Transformasi infrastruktur Indonesia, bersiap untuk lompatan paradigma
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.