Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menyebut belum ada pembicaraan mendalam terkait wacana merger ataupun fusi dengan partai lain di internal Partai NasDem.
Saan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, mengatakan fokus Partai NasDem saat ini adalah melakukan konsolidasi dan membangun struktur partai, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Kita lagi mengintensifkan konsolidasi dan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat DPRt (dewan pimpinan ranting). Itu fokus kita hari ini. Jadi, terkait dengan soal wacana fusi, itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam," katanya.
Menurut dia, wacana fusi atau peleburan partai politik merupakan hal yang biasa saja.
Saan menambahkan peleburan partai politik pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1973.
"Kita dulu tahun 73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa," tuturnya.
Baca juga: NasDem tanggapi isu merger dengan Gerindra
Namun, untuk mewujudkan wacana itu, Saan mengatakan banyak hal yang harus didiskusikan dan direncanakan, termasuk di antaranya mempertimbangkan ideologi, identitas, dan eksistensi partai.
"Karena membangun atau mendirikan partai itu, para pendiri partai masing-masing, tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan, ideologi dalam konteks yang berbeda-beda," ujarnya.
Di sisi lain, Saan mengaku tidak tahu persis terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang disebut membahas wacana merger.
"Saya tidak tahu persis terkait dengan pertemuan itu, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan," ucap Saan.
Menurut dia, pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo bisa saja karena NasDem merupakan bagian dari partai koalisi pemerintah. Dalam setiap langkah politik, NasDem berupaya agar program prioritas pemerintah berjalan baik.
"Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan NasDem terhadap pemerintah maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden," katanya.
Baca juga: Kelakar Willy Aditya pada rapat DPR soal NasDem merger dengan Gerindra
Baca juga: Paloh hadiri iftar Ramadhan Prabowo di Istana Merdeka
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.