Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Qatar untuk Indonesia Sultan bin Mubarak Al-Dosari di kediamannya, Menteng, Jakarta, Senin.

Dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA, dalam pertemuan tersebut Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto.

Sebelum memulai dialog, Megawati memperkenalkan Prananda Prabowo kepada Dubes Qatar.

"Ini putra saya," kata Megawati sambil tersenyum.

Pertemuan selama dua jam berlangsung dengan hangat dan diakhiri dengan tukar cenderamata. Megawati menyerahkan miniatur Candi Borobudur dan perahu Pinisi yang merupakan kapal layar kayu tradisional khas Indonesia, khususnya dari Suku Bugis.

"Ini kapal Pinisi, khas Indonesia," ujar Megawati.

Sementara, Dubes Qatar menyerahkan koleksi bunga dan buku yang berjudul Qatar, Between Land and Sea, Through Arts and Heritage. Buku itu merupakan dokumentasi yang menarasikan kekayaan budaya, sejarah, dan seni Qatar, berfokus pada hubungan erat antara masyarakatnya dengan gurun (land) dan laut (sea).

"Saya senang bertemu secara langsung dan berdialog dengan Ibu Megawati. Saya kagum dengan koleksi lukisan di sini," kata Dubes Qatar sambil menunjuk lukisan Megawati.

Di awal dialog, Dubes Qatar juga mengatakan Presiden Pertama RI Soekarno yang juga merupakan ayahanda Megawati sangat terkenal di Timur Tengah.

"Dubes Qatar mengatakan nama Ibu Megawati dan Presiden Soekarno populer di Qatar karena Ibu Emir Qatar dan adik Emir Qatar sejarawan yang banyak mempelajari sejarah Indonesia," kata Ahmad Basarah usai pertemuan.

"Dalam pertemuan, Dubes Qatar mengundang Ibu Megawati untuk makan di kediaman dubes. Selain itu, beliau juga mengundang Ibu Megawati datang ke Qatar," lanjut dia.

Basarah menyampaikan Dubes Qatar menyampaikan kekagumannya membaca isi pidato Megawati saat menerima gelar doktor kehormatan yang diberikan Princess Nourah University (PNU) di Riyadh, yang merupakan universitas perempuan terbesar di dunia pada Februari 2026 lalu.

Dubes mengatakan Pemerintah Qatar sejalan dengan pemikiran Megawati tentang kesetaraan perempuan karena sebagai negara di Timur Tengah yang mengangkat perempuan menjadi menteri.

Baca juga: Dubes Saudi minta Megawati berperan aktif terkait situasi Timur Tengah

Baca juga: Megawati: Hari Raya Paskah momentum menghayati semangat pengorbanan

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.