Jakarta (ANTARA) - Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 75,1 persen, dinilai menjadi faktor kunci menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan geopolitik dan ekonomi global.
Temuan itu berasal dari survei nasional Poltracking Indonesia yang mengukur persepsi publik terhadap kinerja pemerintah dan efektivitas program prioritas.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi dalam rilis daring hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional diikuti di Jakarta, Senin menilai angka kepercayaan tersebut menjadi modal strategis bagi pemerintah dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu.
“Kalau kita perhatikan dari angka ini para pemirsa, jadi 75 persen, 75,1 persen publik di Indonesia percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini tentu menjadi modal politik persepsi publik yang baik bagi pemerintah karena di tengah ketegangan isu global dan dampaknya terhadap berbagai aspek, baik di ekonomi ataupun aspek-aspek lain yang secara langsung merupakan konsekuensi dari ketegangan politik global yang terjadi," ujarnya.
Selain kepercayaan, survei juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mencapai 74,1 persen. Sementara, kepuasan terhadap Presiden secara personal berada di angka 74,9 persen.
Masduri menilai capaian tersebut menunjukkan daya tahan persepsi publik terhadap pemerintah di tengah tekanan eksternal.
“Angkanya di 74,1 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Temuan ini saya kira cukup menarik juga, jadi di tengah kondisi yang berpotensi menurunkan ekspektasi kepercayaan, termasuk kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Apalagi dampak dari ketegangan geopolitik global, tetapi kalau kita perhatikan angka kepuasan terhadap pemerintah sejauh ini masih bertahan di atas 70 persen,” katanya.
Survei tersebut juga mengidentifikasi faktor pendorong kepuasan, di antaranya program makan bergizi gratis yang berkontribusi sekitar 23 persen, bantuan pemerintah sebesar 13,8 persen serta persepsi kepemimpinan yang dinilai tegas.
Di sisi lain, pemerintah dinilai cukup berhasil menjaga stabilitas sosial, dengan 77,8 persen responden menilai positif kerukunan antarumat beragama serta sekitar 69 persen pada aspek keamanan dan persatuan nasional.
Dengan kombinasi kepercayaan dan kepuasan yang tinggi, hasil survei tersebut menunjukkan legitimasi publik terhadap pemerintah masih kuat, sekaligus menjadi basis penting dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi di tengah dinamika global.
Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil evaluasi kinerja pemerintah dan program prioritas nasional dengan menekankan transparansi metodologi sebagai dasar validitas temuan.
Survei dilakukan pada 2-8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih dengan unit sampling dari tingkat desa/kelurahan hingga individu responden.
Validasi dilakukan dengan membandingkan data sensus Badan Pusat Statistik 2020 serta pembobotan sampel. Pengendalian kualitas mencakup spot check 20 persen sampel, verifikasi ulang via telepon serta penggunaan sistem real-time berbasis aplikasi yang dilengkapi foto dan geolokasi untuk memastikan akurasi data.
Baca juga: Poltracking: Kepuasan terhadap Prabowo-Gibran merata di semua wilayah
Baca juga: Kompilasi hasil survei satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran
Baca juga: Indikator: Kepuasan publik mudik Lebaran 2026 capai 80,8 persen
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.