Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menargetkan penanganan evakuasi 60 pohon tumbang dan sempal akibat hujan deras disertai angin kencang pada Minggu (12/4), rampung pada akhir pekan ini.
"Kita targetkan penanganan pohon tumbang rampung akhir pekan ini, kita juga cek-cek karena jumlahnya sangat banyak hingga sekitar 60 pohon," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, Dwi Ponangsera saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Penanganan pohon tumbang dan sempal di wilayah Jakarta Timur ditargetkan rampung akhir pekan ini. Hal ini dilakukan karena jumlahnya cukup banyak mencapai kurang lebih 60 pohon.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah pohon tumbang dan sempal. Data sementara pada Senin (13/4) pukul 11.30 WIB tercatat ada sekitar 60 pohon yang tumbang dan sempal. Jumlah tersebut kemungkinan masih bertambah.
"Saat ini belum bisa diklasifikasi antara jumlah pohon tumbang dan sempal, sebab jumlahnya sama-sama banyak. Yang pasti penanganan masih terus dilakukan. Petugas juga masih melakukan penyisiran dan penghimpunan data," jelas Dwi.
Seluruh batang dan daun pohon yang tumbang ini dibuang ke lahan kosong di Jalan Rawa Binong, Lubang Buaya.
Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur Made Widhi Adnyana Surya Pratita mengatakan, untuk penanganan pohon tumbang dan sempal ini, pihaknya mengerahkan 80 satugan tugas (satgas) pertamanan, tiga mobil tangga, dan 13 dump truk.
Baca juga: Jaktim evakuasi belasan pohon tumbang akibat hujan disertai angin
"Kendala teknis tidak ada, namun karena armada sedikit dan personel juga sedikit maka penanganan tidak bisa tuntas dalam sehari," ucap Made.
Pihaknya memprioritaskan penanganan di akses jalan umum agar aktivitas warga tidak terganggu. Jika sudah tuntas, maka penanganan dilanjutkan ke pohon tumbang di area taman dan hutan kota.
"Sebab di Taman Bambu, Setu, saja ada 15 pohon dan di Hutan Kota Setu sementara terdata dua pohon," ujar Made.
Sementara itu, Lurah Setu Dwi Widiastuti menambahkan, di wilayahnya tercatat ada delapan pohon tumbang. Empat di antaranya menimpa atap empat rumah warga di RW 05, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka
"Kita kerahkan 40 PPSU untuk penanganan bersama dengan Sudin Tamhut," kata Widiastuti.
Menurutnya, untuk daun pohon tumbang maupun hasil penopingan, dibuang ke area Waduk Setu di RT 06/0 karena untuk dijadikan kompos dan hasil kompos untuk tanaman yang ada di wilayahnya.
Baca juga: Pemkot Jaktim pangkas pohon yang rawan tumbang di Jalan Raya Bogor
Baca juga: Cuaca ekstrem, puluhan petugas evakuasi pohon tumbang di Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.