Budapest (ANTARA) - Ketua Partai Tisza yang unggul pada Pemilu parlemen Hungaria, Peter Magyar, meminta Presiden Tamas Sulyok untuk segera menugaskannya untuk membentuk pemerintahan baru dan kemudian mengundurkan diri.

Menurut data terkini Kantor Pemilihan Umum (KPU) Hungaria, setelah penghitungan suara 95,63 persen, partai oposisi Hongaria Tisza memenangkan pemilihan parlemen dengan perolehan 137 dari 199 kursi, mayoritas konstitusional.

"Saya meminta presiden untuk segera memerintahkan saya, sebagai pemimpin daftar partai yang menang, untuk membentuk pemerintahan dan kemudian mengundurkan diri," kata Magyar di hadapan para pendukungnya di Budapest.

Ia juga menyerukan pengunduran diri kepala Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), dan kepala lembaga negara lainnya.

Sebelumnya KPU Hungaria menyebutkan bahwa Partai Tisza meraih 137 dari 119 kursi di parlemen setelah sebanyak 81,49 persen suara telah diproses.

Pada saat yang sama, Partai Fidesz yang dipimpin Perdana Menteri Viktor Orban, mendapatkan 55 kursi dan Partai Our Homeland Movement mendapat tujuh kursi.

Viktor Orban telah menjabat sebagai Perdana Menteri Hungaria sejak 2010 secara berturut-turut hingga saat ini, dengan masa kepemimpinan yang telah mencapai sekitar 16 tahun tanpa jeda. Ia sebelumnya juga pernah memimpin Hungaria pada periode 1998-2002.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Partai Tisza unggul pada Pemilu Hungaria

Baca juga: Polisi Hungaria bentuk komando nasional jelang pemilu

Baca juga: Hungaria desak Uni Eropa ikuti AS longgarkan sanksi minyak Rusia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.