Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial memastikan ribuan paket bantuan logistik dan kebutuhan pengungsian mulai disalurkan, Senin, bagi 1.309 korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Masryani Mansyur di Jakarta, Senin malam, melaporkan bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji 600 paket; makanan anak 400 paket; lauk pauk siap saji 500 paket; kasur dan selimut masing-masing 100 lembar; kidsware 104 paket; serta perlengkapan keluarga 100 paket.
Kebutuhan pakaian anak 94 paket, sandang dewasa 100 paket berikut perlengkapan pengungsian berupa tenda gulung 100 lembar dan dua tenda serbaguna.
"Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur," kata dia.
Baca juga: BNPB pastikan 15 luka dan 100 warga Flotim NTT dievakuasi karena gempa
Ia mengatakan ratusan paket bantuan itu dikirim dari gudang logistik Sentra Efata Kupang untuk kemudian didistribusikan Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur.
Selain mengirimkan bantuan logistik, pihaknya telah mendirikan tenda darurat dan tenda keluarga yang tersebar di beberapa lokasi yang bebas dari potensi bahaya gempa atau longsor susulan
Petugas Kementerian Sosial di NTT juga dikerahkan bergabung dengan petugas gabungan daerah setempat untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak gempa, tingkat kerusakan rumah, fasilitas umum/sosial, serta kondisi masyarakat secara menyeluruh.
Petugas medis juga dikerahkan untuk menangani korban luka ringan dan memantau kesehatan warga di lokasi pengungsian, hingga melakukan kegiatan pemulihan trauma, khususnya bagi anak-anak yang mengalami ketakutan akibat gempa dan gempa susulan.
"Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi. Secara umum, situasi mulai terkendali, namun proses pemulihan masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga," kata Masryani.
Baca juga: BPBD : Dua kecamatan di Flores Timur terdampak gempa bumi
Baca juga: Trauma, BPBD: Korban gempa Adonara NTT masih pilih tidur di luar rumah
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.