Jakarta (ANTARA) - Pakar kesehatan membagikan cara agar tetap sehat dan aman selama menonton festival musik, yang seringkali diadakan lebih dari satu hari.

Direktur medis nasional di CrowdRx Matt Friedman, yang menyediakan layanan medis di lebih dari 20 festival musik besar setiap tahun di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa setiap festival musik memiliki aturan yang berbeda, begitu juga dengan layanan medis yang disediakan di lokasi acara.

Agar aman, dia menyarankan untuk mengenali lokasi festival dan mencari tenda medis terdekat dari tempat menonton.

Risiko kesehatan yang bisa muncul saat menonton festival musik bergantung kepada di mana lokasi acara tersebut diadakan.

Baca juga: Musisi Indonesia tampil elegan di Festival Musik Internasional Ankara

Asisten direktur medis, departemen gawat darurat JFK Memorial Hospital, dekat lokasi festival musik Coachella yang tersohor, Julie Puzzo menemukan penyakit yang biasa dia temui saat acara adalah yang terkait panas karena lokasi Coachella dekat gurun, yang suhunya bisa naik secara cepat.

"Kami melihat berbagai kasus, mulai dari kram akibat panas hingga heat stroke yang bisa mengancam nyawa," kata Puzzo.

Dia menyarankan untuk rutin minum cairan yang mengandung elektrolit. Gunakan pakaian berlapis, topi, dan perlindungan lainnya, serta hindari konsumsi alkohol berlebihan.

Pilih tabir surya non-aerosol karena banyak lokasi festival melarang semprotan aerosol.

Beberapa festival di area panas juga dilengkapi tangki air dingin portabel untuk mendinginkan tubuh dengan cepat. Pada festival yang berlangsung beberapa hari, kekurangan nutrisi juga bisa menjadi masalah.

"Orang biasanya masih penuh adrenalin di dua hari pertama, tapi, pada hari ketiga baru sadar mereka dehidrasi, kelelahan, dan belum makan makanan bergizi sejak datang," kata Friedman.

Baca juga: Justin Bieber bawa era "Swag" hingga nostalgia di Coachella 2026

Friedman juga menyarankan memakai sepatu tertutup yang nyaman karena berjalan di festival bisa lebih banyak dari yang diperkirakan.

"Tersandung dan jatuh cukup sering terjadi, dan kami banyak menangani keseleo serta memar di kaki," kata Friedman.

Bagi yang rentan masalah pernapasan, sebaiknya membawa inhaler cadangan karena debu bisa memperburuk kondisi.

Masalah mata seperti goresan kornea juga cukup umum sehingga disarankan memakai kacamata besar atau bahkan pelindung mata jika berdebu. Area luar ruangan juga sering banyak serangga, jadi, pertimbangkan menggunakan penolak serangga.

Ahli audiologi di Mayo Clinic, Greta Stamper mengatakan lindungi telinga dengan tidak berdiri terlalu dekat dengan speaker dan gunakan penyumbat telinga.

"Istirahatkan pendengaran dengan mengambil jeda dari suara keras selama festival agar telinga punya waktu untuk pulih," ujar dia.

Jika pendengaran terasa teredam atau telinga berdenging, itu tanda suara terlalu keras. Untuk anak-anak, gunakan pelindung tambahan seperti headphone penutup telinga, bukan hanya earplug.

Baca juga: Java Jazz 2026 hadirkan "Wave to Earth" hingga musisi asal Brasil

Baca juga: Synchronize Fest akan tampilkan kolaborasi Reality Club-Phum Viphurit

Baca juga: Kembali digelar, berikut daftar penampil dan tiket Pestapora 2026

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.