Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz bertekad untuk merebut kembali posisi nomor satu dunia yang kini ditempati Jannik Sinner dengan meraih gelar ATP 500 Barelona Open 2026 yang berlangsung pekan ini.
"Saya melihat bahwa saya harus memenangi turnamen di sini jika saya ingin mendapatkan kembali peringkat nomor satu. Saya pikir pertarungan antara Jannik dan saya sangat hebat. Saya pikir itu mungkin memberikan motivasi tambahan," kata Alcaraz, dikutip dari ATP, Selasa.
Petenis putra asal Spanyol itu menegaskan dirinya fokus untuk memenuhi targetnya dengan terus meningkatkan diri.
Baca juga: Alcaraz akui tidak bermain bagus melawan Sinner di final Monte-Carlo
Baca juga: Kalahkan Alcaraz, Sinner raih gelar Monte-Carlo dan posisi No.1 dunia
"Kami sangat jelas tentang apa yang perlu kami lakukan dan praktikkan dalam latihan dan pertandingan, terutama setelah kekalahan kemarin. Itulah tujuan utamanya, hasil dan poin hanyalah motivasi tambahan," tutur Alcaraz.
Hanya beberapa jam setelah kalah di final Monte-Carlo Masters dan kehilangan posisi nomor di peringkat ATP, dia telah mencerna kekecewaan kekalahan dengan sangat baik.
Tiba di negara asalnya untuk berkompetisi di Barcelona Open, dia dengan mudah melemparkan senyum. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan dia berbicara tentang persaingannya yang sengit untuk posisi puncak dengan Sinner.
"Jannik adalah salah satu pemain yang membuat saya menjadi pemain yang lebih baik. Dia membuat saya menyadari kelemahan saya, apa yang benar-benar perlu saya fokuskan di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan, jadi saya mencoba untuk meningkatkan diri setiap hari. Senang rasanya memiliki dia sebagai fokus utama dan melihatnya mencapai semua yang telah dicapainya," kata Alcaraz.
Alcaraz dan Sinner memulai persaingan head to head musim ini pada Minggu (12/4) di final ATP Masters 1000 di Monte-Carlo, di mana petenis Italia itu meraih gelar pertamanya di kategori tersebut di lapangan tanah liat.
"Jujur, saya senang melihat Jannik semakin membaik. Dia secara terbuka mengatakan bahwa musim lapangan tanah liat bukanlah favoritnya karena gaya bermainnya. Melihat hasil yang dia dapatkan dan level yang dia tunjukkan di lapangan tanah liat membuat saya senang. Dia adalah pemain yang membuat saya berkembang, membuat saya berhenti dan berpikir tentang bagaimana saya bisa menjadi lebih baik, dan apa yang perlu saya kerjakan untuk mencoba mengalahkannya," kata Alcaraz, yang merupakan juara bertahan.
Alcaraz, yang musim lalu meraih kemenangan di Monte-Carlo, Roma, dan Roland Garros, harus menghadapi versi terbaik dari Sinner jika ingin mengulangi kesuksesannya di permukaan tersebut.
Sinner telah memenangi tiga turnamen ATP Masters 1000 pertama musim ini, dua di lapangan keras di Indian Wells dan Miami, dan satu lagi di lapangan tanah liat di Monako.
"Saya senang melihatnya membuat kemajuan besar, terutama di lapangan tanah liat. Dia telah mengalahkan saya di setiap permukaan, dan saya juga telah mengalahkannya di setiap permukaan. Ketika kami saling berhadapan, tidak ada permukaan yang favorit, jadi kita akan lihat bagaimana rangkaian pertandingan di lapangan tanah liat ini berjalan. Mudah-mudahan akan seperti tahun lalu," kata Alcaraz.
Alcaraz, yang menempati unggulan teratas, akan memulai Barcelona Open dengan melawan petenis Finlandia Otto Virtanen pada hari ini, Selasa, sekira pukul 21.00 WIB.
Baca juga: Alcaraz-Sinner berebut gelar dan nomor satu dunia di final Monte-Carlo
Baca juga: Sinner masih tak percaya menangi empat ATP Masters 1000 beruntun
Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.