Jakarta (ANTARA) - Tim nasional para angkat berat Indonesia sukses meraih 25 medali di ajang World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 di Thailand yang membuat potensi lolos ke Asian Para Games 2026 semakin terbuka.
"Insyaallah dari hasil perhitungan kami, semua atlet (12 atlet World Para Powerlifting Asia-Oceania Open Championship 2026 bisa lolos ke (Asian Para Games 2026 di) Nagoya sesuai yang ditargetkan," kata pelatih tim nasional para angkat berat Indonesia Coni Ruswanta dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Perolehan 25 medali dalam ajang berlangsung di Bangkok selama selama 7-12 April terdiri dari enam emas, empat perak dan 15 perunggu. Koleksi medali itu menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-10 klasemen medali, dengan Uzbekistan sebagai juara umum setelah membukukan 74 medali emas, 33 medali perak dan 18 medali perunggu.
Baca juga: Kholidin incar emas Asian Para Games 2026
Baca juga: Fadli jadikan empat medali Kejuaraan Asia modal ke Asian Para Games
Coni mengapresiasi capaian para atlet kejuaraan yang termasuk kategori kualifikasi menuju Asian Para Games 2026. Tambahan poin dari kejuaraan di Thailand membuat Coni optimistis 12 atlet Indonesia lolos ke Nagoya.
Dia melanjutkan, pada kejuaraan di Thailand tersebut, pihaknya mencatat kejutan prestasi yang ditorehkan atlet Abdul Hadi yang menyabet dia medali emas saat turun di kelas 49 kilogram putra dengan mencatatkan angkatan terbaik 179 kilogram.
Abdul meraih emas kategori best lift elite open dan best lift Asia. Ia mengungguli pesaing utamanya di kelas tersebut yakni Le Van Cong asal Vietnam yang hanya mencatatkan angkatan terbaik 163 kilogram, disusul wakil Kazakhstan, Yerbolat Karibay, dengan angkatan terbaik 157 kilogram.
Selain Abdul Hadi, atlet termuda Indonesia, Delima Yunia Susanti, juga menyumbangkan medali emas setelah menaklukkan beban seberat 93 kilogram.
Pencapaian angkatan tersebut membuat Delima berhak atas empat medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia untuk kategori rookie kelas 79 kilogram putri. Ia menjadi yang terbaik untuk kategori best lift rookie open, best lift rookie Asia, total life rookie open dan total lift rookie Asia.
Coni mengatakan bahwa melalui kejuaraan itu, tim pelatih juga bisa melihat gambaran peta persaingan di Asian Para Games 2026 yang akan digelar bulan Oktober mendatang. Uzbekistan dan China masih menjadi lawan berat di kelas-kelas yang menjadi andalan Indonesia.
Dengan sisa sekitar lima bukan, dia menambahkan, program latihan akan disesuaikan. Abdul Hadi dan kawan-kawan akan digenjot untuk mencapai angkatan terbaiknya agar bisa meraih medali di Asian Para Games 2026.
"Kami fokuskan latihan demi prestasi anak-anak agar banyak yang lolos ke Nagoya. Ke depan, program sasarannya sudah ke medali. Kami juga menargetkan empat atlet bisa lolos ke Paralympic Los Angeles 2028 dengan skala lolosnya di ranking sembilan dunia," kata Coni.
Coni berharap para atlet bisa lebih fokus lagi latihan. Dari sisi teknik angkatan, kata dia sudah cukup bagus, namun, untuk atlet-atlet baru masih ada perasaan
"Tetapi alhamdulillah sekarang bisa berlaga di kelas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ASEAN Para Games kemarin," tutur dia.
Baca juga: Ditemui CdM APG, Erick ingatkan tantangan prestasi di Asian Para Games
Baca juga: Wamenpora minta atlet jaga semangat juara hadapi Asian Para Games
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.