Insya Allah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai, yaitu sebesar Rp497 triliun,
Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, target investasi pada triwulan I 2026 masih cukup optimistis.
"Kalau triwulan pertama saya juga berpikiran ini masih cukup optimistis. Karena sebagian besar kuartal pertama itu sebetulnya, pertama itu diawali dengan pertumbuhan ekonomi kita yang di triwulan IV tahun 2025 itu lebih tinggi dari ekspektasi yakni 5,39 persen. Artinya itu bisa jadi modal untuk menceritakan ketahanan ekonomi Indonesia kepada investor," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Kemudian yang kedua, lanjutnya, kebetulan pada triwulan pertama itu berkaitan dengan momentum puasa dan Lebaran. Sehingga sebetulnya dari Januari sudah ada tanda-tanda peningkatan permintaan dari mulai permintaan sisi produsen.
"Itu karena produsen melakukan belanja bahan baku lebih banyak untuk persiapan nanti akan dibeli oleh para pembeli di bulan Ramadhan dan Lebaran itu, sehingga semua indikator itu rata-rata naik," katanya.
Baca juga: Indef: Hilirisasi mineral logam berkontribusi pada realisasi investasi
Baru di sekitar pertengahan triwulan pertama terjadi Perang Iran-Amerika Serikat yang membuat ketidakpastian ekonomi global meningkat.
"Kalau secara matematika dihitung kemungkinan besar memang investasi triwulan pertama itu sesuai target, jadi arahnya begitu. Cuma tantangannya justru nanti di triwulan kedua dan seterusnya," ujar Eko.
Sebagai informasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani optimistis realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai sekitar Rp497 triliun atau tumbuh sekitar tujuh persen secara tahunan.
"Insya Allah target yang dicanangkan oleh pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai, yaitu sebesar Rp497 triliun," kata Rosan.
Baca juga: Mirae Asset cermati antusias tinggi investor ritel ke saham IPO
Dirinya mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menambahkan, capaian investasi tersebut juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 627 ribu orang atau meningkat 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Rosan, target investasi nasional pada 2026 ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi menuju delapan persen dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.