Ini semua pemerintah perhatikan. Semua, bagaimana caranya gejolak di luar itu kemudian tidak banyak berimbas secara langsung signifikan di dalam negeri,
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pemerintah mengawal adanya isu atau potensi kenaikan harga komoditas kedelai imbas perang antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel.
“Ya, kita monitor. Kita monitor semua. Tugas pemerintah itu, kan, ya, tidak hanya kita ngomong kedelai, kita ngomongin BBM, ngomongin itu semua, kan. Ada impor, ada ekspor,” kata Wamentan saat ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan dan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa.
“Ini semua pemerintah perhatikan. Semua, bagaimana caranya gejolak di luar itu kemudian tidak banyak berimbas secara langsung signifikan di dalam negeri,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga kedelai tetap terkendali di tengah isu lonjakan harga kedelai impor hingga Rp20 ribu per kilogram (kg).
Baca juga: Produsen tahu dan tempe di Jakbar keluhkan kenaikan harga kedelai
Pemerintah sendiri juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) kedelai di tingkat konsumen atau perajin tahu dan tempe.
Dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal maksimal di Rp11.400 per kg, sementara HAP untuk kedelai impor maksimal di Rp12.000 per kg.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman meminta para importir untuk tidak menaikkan harga kedelai secara berlebihan guna menjaga stabilitas pangan.
“Kedelai nanti kita minta kepada seluruh importir jangan menaikkan harga terlalu tinggi. Marilah kita menjaga stabilitas harga pangan dan kita ada empati perasaan peduli kepada saudara-saudara kita,” kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/4).
Baca juga: Bapanas awasi importir dan distributor kedelai agar sesuai HAP
Ia memberikan perhatian khusus pada kenaikan harga kedelai yang mulai berdampak pada perajin tahu dan tempe di tingkat masyarakat.
Terkait penyebab pasti kenaikan harga kedelai di pasar domestik, Amran mengaku masih mendalaminya dan segera berkoordinasi dengan jajaran direktorat jenderal (ditjen) terkait untuk mematangkan langkah intervensi.
Baca juga: Bapanas: Harga kedelai mahal di Jakarta bukan dari distributor resmi
Baca juga: Harga kedelai naik, masyarakat diminta sesuaikan kebutuhan pangan
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.