Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan semangat secara langsung kepada para siswa jenjang pendidikan SD di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang tengah bersiap untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dalam kunjungannya Fajar meninjau persiapan siswa kelas VI SD Dwijendra Mataram yang tengah melakukan latihan soal TKA mata pelajaran Matematika di kelas.
“Untuk anak-anak kita, jangan panik dan takut karena TKA tidak menentukan kelulusan. Ini untuk memetakan kemampuan individual murid, sehingga kita tahu kemampuan mereka di bidang literasi dan numerasi,” kata Wamendikdasmen Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Selasa.
Ia ikut berinteraksi dan bergabung bersama siswa menggunakan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mengerjakan soal cerita berbasis logika.
Baca juga: 104 peserta didik program pendidikan kesetaraan Aceh ikut TKA
Di sela-sela kegiatan tersebut, Fajar pun mengingatkan pentingnya latihan dalam menghadapi TKA.
Ia juga menegaskan bahwa TKA merupakan bagian dari proses belajar, bukan penentu kelulusan.
Fajar menambahkan hasil TKA dapat dimanfaatkan sebagai salah satu komponen dalam jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya sehingga peserta didik diharapkan dapat mengikuti asesmen dengan percaya diri dan jujur.
Pemanfaatan PID dalam pembelajaran di kelas dan persiapan TKA juga dirasa memberikan dampak positif.
Para siswa mengaku proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan, sementara guru menilai penggunaan media tersebut memudahkan penyampaian materi secara visual dan interaktif.
Baca juga: Kemendikdasmen serahkan pemanfaatan TKA untuk SPMB kepada pemda
Kepala SD Dwijendra, Ni Nyoman Sukreni menyampaikan kesiapan sekolah dalam menghadapi TKA telah mencapai hampir 100 persen, termasuk dari sisi sarana pendukung seperti perangkat dan jaringan internet.
Ia menjelaskan sebanyak delapan siswa akan mengikuti TKA tahun ini.
Persiapan dan sosialisasi pun telah dilakukan sejak lama, baik kepada guru maupun murid.
Hal senada disampaikan oleh guru kelas VI Ni Wayan Mega Whidya Sridani yang menuturkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak tahun lalu melalui penambahan jam pembelajaran khusus untuk materi Bahasa Indonesia dan Matematika, serta latihan soal berdasarkan kisi-kisi yang telah ditetapkan.
“Setelah melakukan simulasi, kami juga membuat soal dengan model serupa untuk melatih siswa. Persiapan ini sudah dilakukan sejak tahun lalu karena materi TKA mencakup pembelajaran dari kelas 4 hingga kelas 6,” katanya.
Ia pun berharap seluruh siswa dapat mengerjakan TKA dengan baik dan memperoleh hasil terbaik.
Baca juga: Kemendikdasmen: TKA dipahami jadi instrumen penguatan pembelajaran
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.