Jakarta (ANTARA) - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) menilai agenda reformasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), akan mendorong penguatan keamanan investor ritel dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Head of Retail Business Support Mirae Asset Prisa Ngadianto mengatakan ketentuan-ketentuan terbaru yang ditetapkan oleh otoritas layaknya untuk diikuti, karena akan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia.
“So far sih rasanya masih aman, kita ngikutin aja aturan-aturan baru yang ada. Tapi itu bagus, bukan justru menghambat atau apa, justru nasabah ritel lebih secure (aman) lah ya,” ujar Prisa dalam Media Luncheon Mirae Asset di Jakarta, Selasa.
Prisa menjelaskan, agenda reformasi pasar modal Indonesia seperti pengungkapan informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen akan positif untuk investor ritel karena akan memberikan informasi secara lebih rinci.
Baca juga: BEI resmi naikkan minimum "free float" saham jadi 15 persen
"Kalau di Mirae itu banyaknya kan (investor) ritel ya, itu sebenarnya bagus untuk ritel. Jadi, sebenarnya itu juga yang bikin nasabah kita juga lumayan tenang lah," ujar Prisa.
Ia melanjutkan, agenda reformasi pasar modal Indonesia merupakan upaya perbaikan positif yang dilakukan oleh otoritas, yang mana beberapa negara juga telah mengimplementasikan terlebih dahulu seperti India dan Hong Kong.
Seiring dengan itu, pihaknya siap belajar dari implementasi reformasi pasar modal di luar negeri untuk disesuaikan dengan Indonesia mengingat Mirae juga beroperasi di negara-negara tersebut.
"Jadi, kurang lebih kita langsung nanya lah ketika ada kebijakan. Di sana gimana sih dulu? Perubahannya gimana, segala macam. Kita belajar dari mereka. Kita juga ikutin lah apa yang regulator kasih," ujar Prisa.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.