Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memperkuat pemerataan akses pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program prioritas Berani Cerdas.

Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Firmanza di Palu, Selasa, menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa kepada mahasiswa, tetapi juga mencakup berbagai intervensi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Berani Cerdas ini bukan hanya tentang pemberian beasiswa mahasiswa, tetapi juga mencakup bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA), bantuan seragam bagi siswa kurang mampu, hingga dukungan praktik kerja industri bagi siswa SMK,” ujar Enis.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemprov Sulteng telah menyalurkan bantuan operasional sekolah sekitar Rp40 miliar kepada 463 sekolah negeri dan swasta. Selain itu, bantuan seragam bagi siswa dari keluarga kurang mampu juga direalisasikan sekitar Rp6 miliar.

Di sektor pendidikan vokasi, kata dia, pemerintah juga memberikan dukungan terhadap pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin) bagi siswa SMK dengan anggaran mencapai sekitar Rp27 miliar. Namun, pada tahun ini alokasi tersebut akan difokuskan pada jurusan-jurusan tertentu sesuai kebutuhan prioritas.

Pemprov Sulteng juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui beasiswa pendidikan S2 bagi guru.

Baca juga: Pemprov Sulteng: Beasiswa Berani Cerdas telah jangkau 23.569 penerima

Selain itu, upaya digitalisasi pendidikan juga dilakukan dengan pemasangan jaringan internet berbasis satelit di 12 titik wilayah terpencil guna memperluas akses informasi.

“Kemudian yang paling banyak adalah pemberian beasiswa mahasiswa kepada sekitar 23.568 penerima manfaat dari 400 perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan tahun ini mekanisme penyaluran beasiswa mengalami perubahan. Jika sebelumnya bantuan disalurkan langsung kepada mahasiswa, kini pembayaran dilakukan melalui pihak perguruan tinggi.

Ia mengakui sebelumnya ditemukan sejumlah masalah, seperti mahasiswa yang sudah tidak aktif namun masih menerima bantuan, atau penerima yang telah lulus tetapi tetap mendapatkan beasiswa.

“Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran. Ada tiga persyaratan utama, yakni mahasiswa harus masih aktif, memiliki IPK minimal 3,00 untuk jurusan sosial dan 2,75 untuk eksakta, serta tidak menerima beasiswa dari pihak lain,” katanya.

Ia menambahkan, Pemprov Sulteng juga akan membuka program beasiswa untuk jenjang S2, S3, serta pendidikan dokter spesialis dengan kuota terbatas, masing-masing sekitar 100 orang untuk S2, 20 orang untuk S3, dan 10 orang untuk dokter spesialis.

Baca juga: Pemprov Sulteng fasilitasi anak muda daerah kuliah ke Jerman

Menurut dia, para penerima beasiswa tersebut akan terikat kontrak pengabdian minimal lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli di daerah ini.

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.