Jakarta (ANTARA) - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah untuk tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri di tengah ketidakpastian global.

Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat ditemui di sela-sela "Middle Power Conference" di Jakarta, Selasa (14/4).

Ia menyinggung peran Pakistan dalam memediasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Dino, Indonesia perlu mengambil pelajaran dari Pakistan.

"Kita perlu stand up to our principle. Membela prinsip. Kalau kita harus mengkritik orang, sebesar apa pun, sekuat apa pun, termasuk Amerika Serikat, itu harus kita lakukan juga," kata Dino.

Ia menjelaskan Pakistan, meski merupakan sekutu utama non-NATO Amerika Serikat, tetap berani mengambil posisi tegas dalam isu tertentu.

Salah satunya ketika Pakistan mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dinilai melanggar hukum internasional.

"Pakistan bisa memainkan peran yang penting… mengambil posisi yang berprinsip. Jadi, dia [Pakistan] mengecam serangan Amerika terhadap Iran yang memang melanggar hukum internasional. Apalagi membunuh pemimpinnya dengan sengaja," ujarnya.

Menurut Dino, prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif justru memberi ruang bagi pemerintah untuk bersikap independen.

Karena itu, ia menilai Indonesia perlu konsisten menjalankan prinsip tersebut, termasuk berani menyampaikan kritik.

"Menurut saya, sebagai middle power, kita jangan lupa bahwa bebas aktif itu berarti bebas untuk bersikap, bebas untuk mengkritik, dan kita harus punya nyali untuk membela hal-hal yang penting bagi tatanan dunia yang adil," kata Dino.

Baca juga: Dino Patti Djalal sarankan Prabowo fokus perkuat ASEAN
Baca juga: Dino: "Middle power" pengaruhi arah perang dan perdamaian global

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.