Jakarta (ANTARA) - Warga di RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memasang gerbang berbasis teknologi digital dan penggunaan perangkat GPS untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor sebagai inovasi memperkuat keamanan lingkungan.

"Berawal dari kegelisahan masyarakat karena banyaknya aksi curanmor. Dari situ kami kumpulkan aspirasi warga setiap bulan hingga tercetus ide membuat gerbang berbasis teknologi," kata Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori (43) saat ditemui wartawan di kediamannya, Jakarta, Selasa.

Anggota Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Mabes Polri itu mengatakan inovasi tersebut berawal dari keresahan warga terhadap meningkatnya aksi kriminalitas, khususnya pencurian sepeda motor.

Langkah ini dilakukan sebagai respons atas maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah sekitar.

Imam menjelaskan, gerbang yang dipasang berbeda dari portal konvensional. Sistemnya menggunakan kartu akses (access card) yang telah didaftarkan untuk masing-masing kepala keluarga (KK). Gerbang tersebut hanya diaktifkan pada malam hari, yakni pukul 00.00 hingga 05.30 WIB.

“Kalau pagi sampai malam tetap dibuka. Tapi tengah malam sampai subuh kita tutup menggunakan sistem kartu akses. Ini untuk memberikan rasa aman supaya warga bisa istirahat dengan tenang,” ujarnya.

Peluncuran gerbang digital tersebut dilakukan saat bulan Ramadhan dengan melibatkan perangkat kelurahan, kepolisian, serta warga setempat.

Baca juga: Tak ada respons, warga gambar ulang "zebra cross" di Tebet

Saat ini, sudah terdapat beberapa titik gerbang yang dipasang, dengan sekitar 100 kartu akses telah dibagikan kepada warga dan jamaah mushola.

Menurut Imam, keberadaan gerbang digital ini mulai menunjukkan dampak positif lantaran tidak ada laporan kriminal di wilayah itu. Warga merasa lebih aman karena lalu lintas orang luar pada malam hari menjadi terbatas.

“Alhamdulillah, sejak ada ini belum ada kejadian. Minimal ini upaya preventif agar pelaku kejahatan berpikir dua kali untuk masuk,” katanya.

Inovasi RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memasang gerbang berbasis teknologi digital serta penggunaan perangkat GPS untuk mencegah pencurian kendaraan bermotor, Jakarta, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Selain gerbang digital, pihak RT juga tengah menyiapkan inovasi lanjutan berupa pemasangan GPS pada kendaraan warga. Perangkat ini terhubung dengan ponsel melalui aplikasi, sehingga posisi kendaraan dapat dipantau secara nyata (real-time).

“Nanti kita berikan satu GPS untuk satu KK, khususnya satu motor. Ini sebagai langkah antisipasi tambahan. Kalau ada kejadian, bisa langsung terlacak,” ujarnya.

Pengadaan alat tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan dana operasional RT sebesar Rp2,5 juta per bulan serta tambahan swadaya masyarakat.

Untuk menekan biaya, warga juga bergotong royong dalam pembuatan gerbang. “Kalau alat akses sekitar Rp1 juta, sementara gerbangnya kita bikin sendiri lewat kerja bakti. Sementara harga GPS sekitar Rp300 ribu-450 ribu,” kata Imam.

Ia mengakui, tantangan utama dalam menjalankan program ini adalah menyatukan persepsi warga, terutama di awal penerapan.

Baca juga: Polisi amankan curanmor di Cilandak, satu pelaku masih diburu

Baca juga: Curi motor teman, Polisi tangkap pelaku di Pesanggrahan

Selain itu, kondisi ekonomi sebagian warga yang belum memiliki pekerjaan juga menjadi perhatian. Ke depan, setelah program keamanan berjalan optimal, pihaknya berencana mengembangkan program pemberdayaan ekonomi warga.

“Kalau keamanan sudah, kita ingin masuk ke kesejahteraan. Mungkin bikin usaha bersama supaya bisa menyerap tenaga kerja warga,” ujarnya.

Imam berharap inovasi yang dilakukan di lingkungannya dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menciptakan sistem keamanan berbasis teknologi dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.