Istanbul (ANTARA) - Kerusakan yang terjadi akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran ditaksir mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp4,6 kuadriliun.

Angka yang masih merupakan hasil kalkulasi awal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, Selasa, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Tasnim.

"Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami dan dalam dialog di Islamabad adalah tentang ganti rugi akibat perang," kata Mohajerani kepada Kantor Berita Rusia RIA Novosti.

Namun demikian, angka 270 miliar dolar AS tersebut masih belum final.

"Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis," ujarnya.

Baca juga: Iran sebut blokade AS di Selat Hormuz sebagai balas dendam

Ketegangan di kawasan Teluk meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada akhir Februari lalu, sehingga menyebabkan ribuan jiwa tewas dan ribuan lainnya terluka.

Iran lantas meluncurkan serangan balasan ke Israel, Irak, Yordania, dan negara-negara Teluk, yang menampung aset militer milik Amerika, sebelum gencatan senjata selama dua pekan diumumkan akhir pekan lalu.

Adapun delegasi Iran dan AS mengakhiri negosiasi selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, pada Minggu (12/4), tetapi gagal mencapai kesepakatan apa pun.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dino: "Middle power" pengaruhi arah perang dan perdamaian global

Baca juga: Militer AS mulai blokade pelabuhan Iran di tengah gencatan senjata

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.