Jakarta (ANTARA) - Pengamat sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga Probo Darono Yakti menilai Indonesia mengambil peran sebagai bridge builder, merespons kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis.

"Di sini peran dari Indonesia itu coba untuk menekankan diri menjadi bridge builder," kata Probo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menilai posisi Indonesia dalam rangkaian kunjungan yang dilakukan Presiden itu dapat dikatakan sebagai mediator aktif dalam menjaga komunikasi antara blok Barat dan non-Barat.

"Pilihan untuk kemudian berkunjung ke Rusia, kemudian berkunjung ke Prancis, ini sama-sama merepresentasikan tatanan post-cold war, di mana Rusia ini memiliki kedekatan dengan aktor-aktor non-Barat, dan Prancis ini pro-operasi dalam orbit Barat dalam konteks Dewan Keamanan PBB dan juga posisi strategisnya di dalam NATO," katanya.

Peran aktif negara, ujar dia, dalam mengelola berbagai macam perbedaan kepentingan dan dapat mengurangi ketegangan serta menciptakan ruang dialog antara blok atau aktor yang berseberangan.

"Jadi, ini mungkin bisa dikaitkan dengan peran Indonesia yang menekankan pada beberapa aspek, termasuk di situ kita coba untuk menekankan peran Indonesia ini untuk memediasi, memfasilitasi, dan mengorkestrasi interaksi antarpihak yang berseberangan," ujarnya.

Langkah itu, tutur Probo, bersifat penyeimbang pasca Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace (BoP) dengan diplomasi yang mendukung solusi dua negara.

"Jadi, terlepas dari bagaimana Indonesia kemarin sudah masuk ke Board of Peace, maka untuk kemudian menjadi penyeimbangnya bagaimana kemudian diplomasi ini dilakukan, kalau boleh menyebut ini semacam ulang-alik untuk mendatangi beberapa aktor-aktor penting di dalam hubungan antarnegara," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Paris, Prancis, Senin (13/4) malam, pukul 23.50 waktu setempat, setelah merampungkan agenda kenegaraannya di Moskow, termasuk bertemu selama lima jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mendampingi Presiden di Paris, mengatakan Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Selasa.

Dalam pertemuan lima jam di Moskow, kedua pemimpin negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang-bidang strategis, di antaranya energi dan sumber daya mineral (ESDM) dan hilirisasi.

Selain sektor energi, Teddy melanjutkan kedua negara juga menegaskan komitmen masing-masing untuk meneruskan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya yang diyakini memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.