Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno membuka peluang kolaborasi Kawasan Equator Bonjol, Sumatra Barat dengan Planetarium Jakarta di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai bagian dari penguatan edukasi sains dan pengembangan destinasi wisata berbasis pengetahuan.
“Mudah-mudahan ada ruang kerja sama yang bisa dikembangkan, termasuk untuk revitalisasi, sehingga kunjungan ke kawasan ini semakin menarik dan memberikan nilai tambah dari sisi edukasi,” kata Rano dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Rano yang berkesempatan mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat kemudian menyampaikan bahwa kebudayaan berperan penting dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan karakter masyarakat.
“Kebudayaan harus kita tempatkan sebagai penggerak pembangunan. Ia hidup dari tradisi dan nilai yang diwariskan, sekaligus menjadi fondasi agar kemajuan berjalan seiring dengan penguatan jati diri, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata dia.
Dia kemudian menyoroti peran pelaku UMKM di Pasaman yang terus menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian daerah.
"Semangat itu perlu diwariskan kepada generasi muda agar pembangunan tetap berakar pada kekuatan lokal," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Pasaman tengah mengembangkan program "School Goes to Equator" untuk menjadikan planetarium sebagai ruang edukasi bagi anak-anak.
“Melalui program School Goes to Equator, kami berharap planetarium ini dapat menjadi pusat edukasi yang terus berkembang dan meningkatkan kunjungan secara berkelanjutan," kata dia.
Baca juga: Wagub Rano harap Planetarium jadi ruang pemutaran film edukatif
Baca juga: Pramono minta tiket Planetarium tak seluruhnya dijual online
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.