Kota Bandung (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menyelidiki kasus dugaan kelalaian perawat hingga nyaris menyerahkan bayi kepada orang tua yang bukan kandungnya saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, mengatakan pihaknya tengah mendalami apakah terdapat unsur pidana atau pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam peristiwa tersebut.

"Kami saat ini masih dalam tahap penyelidikan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan nantipun dari hasil penyelidikan ini akan kami sampaikan," kata Anton di Bandung, Selasa.

Ia menyebutkan, petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengumpulkan data serta keterangan awal.

Menurut dia, hingga saat ini polisi belum dapat memastikan apakah insiden tersebut terjadi akibat kelalaian administratif atau ada unsur kesengajaan.

“Kami masih dalam tahap penyelidikan dan akan memeriksa SOP yang diterapkan di rumah sakit,” ujarnya.

Anton mengatakan pihaknya akan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) serta meminta keterangan dari pihak terkait, termasuk tenaga medis yang bertugas saat kejadian.

Selain itu, polisi juga akan mengundang pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi guna mengungkap kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok pada Rabu (8/4).

Ibu Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Pasalnya, saat akan membawa pulang, bayinya tengah digendong diduga oleh orang tidak dikenal yang diserahkan oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung saat dirinya sedang pergi makan.

Baca juga: KemenPPPA koordinasi daerah pantau penanganan pelajar tewas di Bandung

Baca juga: KPAI koordinasi Polrestabes Bandung kawal kasus siswa SMAN 5 tewas

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.