Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bisa menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas pelaku ekraf di industri kecil atau yang bergelut di UMKM.
“Untuk produksi, industri kecil berarti termasuk produksi juga itu bisa dibantu dengan AI, dari supply chain, kebutuhan bahan dasar sampai nanti kebutuhan tambahan, sampai nanti logistiknya juga nanti bisa dibantu oleh AI,” kata Neil dalam diskusi di acara peluncuran program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Selasa.
Neil mengatakan mengimplementasi teknologi kecerdasan buatan bahkan dalam industri kecil penting untuk dipelajari dan ditingkatkan guna mempermudah pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.
Baca juga: BDT 2026 digelar untuk tingkatkan kemampuan memanfaatkan AI
AI ini bisa dijadikan alat bantu seperti untuk invoice pembelian yang masuk sehingga bisa dikelola lebih cepat dan tidak perlu diperiksa satu persatu atau bahkan dalam memenuhi kebutuhan penjualan, kecerdasan buatan bisa membantu jika dikembangkan dalam industri.
Neil mengatakan mempelajari pengembangan teknologi AI selain dapat memanfaatkan desain yang sudah ada dengan lebih baik, industri kecil yang bergerak di bidang teknologi juga bisa membuat tools AI yang dapat digunakan pelaku usaha lain dalam mempermudah produksi dan pekerjaan.
“Nah ini teman-teman yang ada yang sekarang nanti itu para developer untuk mengembangkan tingkat industri kecil. Kecuali industri kecil ini yang memang mengembangkan aplikasi mungkin nanti akan membuat aplikasi itu juga penting menurut saya untuk meningkatkan produktivitas,” katanya.
Baca juga: Kemenekraf nilai pemanfaatan AI bisa memutus kesenjangan teknologi
Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Tri Wahyudi menambahkan program BDT 2026 akan memfasilitasi pelaku ekraf di industri kecil yang bergerak di sektor teknologi digital untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dalam meningkatkan produktivitas.
Di tahun ini juga, BDT juga akan memberikan materi tambahan yakni cyber security, di mana pengembang akan diajarkan aspek keamanan dalam pembuatan aplikasi sebagai fondasi dalam implementasi AI yang serba cepat.
“Nah itu yang sekarang difokuskan karena belajar programming lebih mudah, menjadi developer lebih mudah dengan AI, namun poin-poin untuk keamanannya juga harus diperhatikan terutama untuk industri kecil,” kata Tri.
Baca juga: WamenEkraf sebut AI berperan dalam industri kreatif
Baca juga: AI tidak lagi sekadar tren jadi kebutuhan industri untuk tumbuh
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.