...Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama multilateral dalam menghadapi dinamika kependudukan global

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Republik Indonesia (RI) menegaskan komitmen dalam mendorong agenda kependudukan dan pembangunan global pada UN Commission on Population and Development 59th Session yang diselenggarakan Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) di United Nations Headquarters.

Delegasi RI yang dipimpin oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto meneguhkan komitmen Indonesia dengan meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan 2025–2045, yang diperkuat dengan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK).

"Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama multilateral dalam menghadapi dinamika kependudukan global, termasuk percepatan transisi demografi dan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Langkah tersebut, lanjut dia, memastikan bahwa dinamika kependudukan terintegrasi secara menyeluruh dalam perencanaan pembangunan lintas sektor dan seluruh tingkatan pemerintahan, sejalan dengan prioritas nasional.

Baca juga: Mendukbangga: Pembangunan keluarga libatkan seluruh siklus kehidupan

"Pemanfaatan teknologi digital diarahkan untuk memperluas akses layanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan tertinggal. Inisiatif utama meliputi program transformasi pembelajaran digital untuk Indonesia Cerdas, peningkatan literasi digital masyarakat, dan persiapan tenaga kerja menghadapi era kecerdasan buatan, otomasi, dan Industri 4.0," paparnya.

Sejalan dengan implementasi Desain Besar Pembangunan Kependudukan 2025–2045, Indonesia juga memperkuat riset berbasis kebijakan di bidang dinamika kependudukan, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan perlindungan sosial.

"Sinergi antara teknologi, riset, dan kebijakan publik merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan inklusif, serta memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal," tuturnya.

Baca juga: PP Tunas perkuat fungsi perlindungan dalam pembangunan keluarga

Baca juga: Kemendikdasmen ajak keluarga luangkan 1 jam berkualitas bersama anak

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.