Kayumanis merupakan wilayah yang berkembang pesat dan memiliki peran penting dalam skala kota
Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mempercepat pelaksanaan lima proyek strategis di wilayah Kelurahan Kayumanis, guna mendorong pertumbuhan kawasan dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Selasa, mengatakan percepatan pembangunan tersebut menjadi prioritas karena Kayumanis merupakan wilayah yang berkembang pesat dan memiliki peran penting dalam skala kota.
“Lapangan yang kemarin kita gunakan untuk apel akan dibangun sarana olahraga. Di sebelahnya ada SMAN 11, kemudian pembangunan IPAL skala kota. Selain itu, yang sedang menjadi perhatian adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah di Kayumanis. Jadi, ada empat rencana pembangunan di sini,” ujar Dedie.
Selain empat proyek tersebut, Pemkot Bogor juga tengah memperjuangkan pemanfaatan lahan eks pabrik aspal seluas sekitar 3 hektare untuk dijadikan gudang logistik Bulog Bogor Raya.
Baca juga: Pemkot Bogor ungkap tantangan penertiban dan tata PKL di Surya Kencana
Baca juga: Tangani sampah, Pemkot Bogor usul bangun PSEL di kawasan Kayumanis
Menurut Dedie, keberadaan gudang tersebut akan memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan beras yang selama ini masih bergantung dari luar wilayah.
“Bayangkan, ada lima kegiatan strategis di wilayah Kayumanis saja. Jika tidak diantisipasi sejak sekarang oleh PU, Perumkim, Dishub, Satpol PP dan wilayah, maka di akhir bisa berpotensi menimbulkan masalah,” katanya.
Ia menegaskan seluruh perangkat daerah bersama unsur Forkopimwil dan masyarakat perlu bersinergi untuk mendukung kelancaran pembangunan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Tanah Sareal ini harus ikut maju. Kemajuannya harus dirasakan oleh warga. Kita sengaja memprioritaskan pembangunan di wilayah Kayumanis,” ucapnya.
Pemkot Bogor juga akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, mencakup perbaikan saluran air, pengaturan beban lalu lintas, pembangunan pedestrian, serta penataan jalur hijau.
Dedie menekankan bahwa penataan tidak boleh menunggu seluruh proyek selesai, melainkan harus dilakukan secara simultan agar perubahan kawasan dapat segera terlihat.
“Supaya ketika masuk ke sini sudah terlihat perubahan. Ada harapan untuk masa depan. Jangan menunggu semuanya selesai baru kita benahi trotoar, saluran air, dan pengelolaan sampah. Semua harus dikerjakan secara simultan mulai dari sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan apel bersama di Kayumanis menjadi momentum awal untuk memastikan kesiapan seluruh organisasi perangkat daerah dalam mengawal proyek strategis tersebut.
“Kepada seluruh pimpinan OPD agar mempersiapkan diri, karena ini sangat strategis,” kata Dedie.
Baca juga: Puluhan PKL berhenti berjualan saat penertiban di Jalan Raya Bogor
Baca juga: Pemkot Bogor wajibkan pedagang pindah ke pasar resmi
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.