Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Wa Ode Herlina menyatakan bahwa laporan Global Residence Index yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota teraman di Asia Tenggara patut disyukuri, namun perlu terus ditingkatkan.

"Kita senang sekali (atas prestasi menjadi kota teraman), tapi mesti terus ditingkatkan," kata Wa Ode di Jakarta, Selasa.

Menurut laporan tersebut, capaian Jakarta didorong oleh berbagai faktor, mulai dari integrasi transportasi publik, digitalisasi layanan, penguatan ruang publik, hingga upaya pengendalian risiko perkotaan.

Dia menilai di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Rano Karno transformasi Jakarta menuju kota global terus berjalan dengan pendekatan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Namun, pengembangan transportasi publik di Jakarta masih perlu difokuskan pada peningkatan konektivitas antarrute serta perluasan akses hingga ke lingkungan permukiman warga.

Masukan tersebut juga telah disampaikan kepada masyarakat saat sosialisasi Perda, terutama terkait kebutuhan integrasi layanan transportasi agar dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca juga: Jakarta kota teraman kedua se-ASEAN, Polda sebut ada peran dari warga

"Aspirasi transportasi lebih terkoneksi, terutama moda kecil ke lingkungan," ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya penguatan jaringan angkutan pengumpan (feeder) seperti JakLingko di kawasan permukiman, sehingga warga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi atau angkutan lainnya untuk menuju halte maupun stasiun utama. Seperti dari Kemayoran ke SMA 1 masih belum tersambung penuh, jadi warga masih harus naik transportasi lain.

"Kalau JakLingko diperbanyak, akan jauh lebih mudah dan nyaman," katanya.

Selain konektivitas harian, Wa Ode juga menekankan pentingnya penambahan armada transportasi umum pada momen-momen tertentu seperti pertandingan olahraga dan konser.

Karena, kata dia, peningkatan layanan pada saat event besar akan semakin mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik. Dalam sistem transportasi terintegrasi, layanan seperti Transjakarta menjadi salah satu tulang punggung mobilitas warga Jakarta.

Lebih lanjut, Wa Ode mendorong Transjakarta dapat terus melakukan peningkatan kenyamanan, aksesibilitas, dan efisiensi perjalanan.

Diketahui, Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara pada 2026 berdasarkan laporan Global Residence Index, dengan catatan skor keamanan 0,72.

Jakarta berada di bawah Singapore yang mencatat skor sekitar 0,90, Jakarta masuk jajaran kota teraman dunia, mengungguli kota-kota besar lain di kawasan seperti Bangkok (±0,65), Kuala Lumpur (±0,57), dan Manila (±0,41).

Baca juga: Pramono soroti masih adanya premanisme di balik predikat Jakarta aman

Baca juga: Jadi kota teraman se-ASEAN, Pram akui terkejut DKI duduki posisi kedua

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.