di balik setiap keputusan hari ini, ada kualitas hidup kota yang sedang dipertaruhkan
Surabaya (ANTARA) - Peralihan kendaraan operasional pemerintah dari berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik menjadi salah satu langkah strategis dalam agenda efisiensi energi dan pengurangan emisi di tingkat daerah.
Kebijakan ini mencerminkan upaya konkret pemerintah kota dalam mengurangi kebergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus menekan beban anggaran operasional dan dampak lingkungan dari aktivitas birokrasi.
Di Kota Surabaya, Jawa Timur, arah kebijakan tersebut dijalankan melalui target penggantian seluruh kendaraan dinas menjadi kendaraan listrik.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, langkah ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kebijakan lain seperti penghematan energi, penyesuaian pola kerja, hingga dorongan penggunaan transportasi umum bagi aparatur sipil negara (ASN).
Isu ini menjadi penting untuk ditelaah karena tidak hanya berkaitan dengan efisiensi bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga menyentuh aspek yang lebih mendasar dalam pengelolaan kota modern.
Transformasi ini mencerminkan bagaimana pemerintah berperan dalam mengarahkan perubahan perilaku, mengelola keuangan publik secara lebih adaptif, serta merespons tantangan lingkungan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Transisi birokrasi
Pemkot Surabaya memulai langkahnya dengan kebijakan yang terukur.
Sebanyak 85 unit kendaraan operasional yang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.