Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan hubungan internasional tengah menghadapi ujian terberatnya, seiring meningkatnya ketegangan global di berbagai kawasan strategis.
“Hari ini fondasi hubungan internasional sedang diuji paling berat … mari kita lihat apa yang terjadi di awal tahun di Amerika Latin, Venezuela, dan apa yang terjadi sekarang di Timur Tengah,” kata Lavrov, Selasa.
Ia menilai perkembangan di sejumlah kawasan menunjukkan meningkatnya kompleksitas dinamika global yang berdampak langsung pada stabilitas internasional.
Lavrov menyebut krisis di Ukraina, yang menurutnya “secara artifisial diciptakan Barat” untuk melemahkan Rusia, kini digunakan sebagai alasan bagi negara-negara Eropa membentuk aliansi baru di kawasan barat benua Eurasia.
Aliansi tersebut, kata dia, secara jelas diarahkan untuk menghadapi Moskow dan memperkuat posisi geopolitik Barat di kawasan tersebut.
Ia menambahkan bahwa dinamika tersebut mencerminkan pergeseran strategi keamanan dan politik di Eropa yang semakin terpolarisasi.
Sementara itu, Lavrov juga menyoroti situasi di sisi timur Eurasia yang menurutnya tidak kalah berisiko.
“Permainan yang sangat, sangat berbahaya” masih terus berlangsung di kawasan tersebut, ujarnya.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Putin sebut krisis antara Rusia dan Eropa bukan kesalahan Moskow
Baca juga: Uni Eropa bersiap perang, akan kerahkan pasukan Eropa ke Ukraina
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.