Jakarta (ANTARA) - TNI AL menghidupkan kembali kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Marfenfen, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, dengan mengirim personel untuk menjadi guru, Selasa (14/4).

Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Rabu, dijelaskan upaya itu dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas di SD Marfenfen yang sebelumnya terhenti akibat kekurangan tenaga pendidik.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu, mengatakan personel yang ditugaskan itu menjadi tenaga pengajar berasal dari Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Aru.

"Aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut kembali berjalan berkat inisiatif dan kontribusi nyata dari personel Lanudal Aru yang turut mengambil peran sebagai tenaga pengajar," kata Tunggul.

Tunggul mengatakan pihak Lanudal Aru mengerahkan tiga personel untuk mengajar, yakni Serda MPU Muhammad Apippudin, Serda MPU Abdullah Tuasikal, dan Kld MPU Vitto Firmansyah.

Mereka, lanjut Tunggul, akan berkolaborasi dengan guru setempat dalam memberikan materi pelajaran kepada anak-anak SD tersebut.

Dia mengatakan anak-anak tampak antusias menerima materi pelajaran dari personel TNI AL di hari pertama beroperasinya sekolah tersebut.

Tunggul berharap dengan kehadiran prajurit TNI AL, para siswa bisa lebih bersemangat belajar demi mencapai cita-cita.

Menurut dia, dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diharapkan semangat belajar serta prestasi siswa semakin meningkat.

"Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan guna menjaga keberlanjutan tenaga pendidik, sehingga upaya menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik di Kepulauan Aru Selatan dapat terwujud," ujar dia.

Baca juga: Satgas Yonif 511/DY perkuat proses belajar mengajar di SD Brume

Baca juga: Satgas Koops Habema sempatkan mengajar saat berpatroli di Nduga

Baca juga: TNI AL mengajar di SD perbatasan RI-PNG

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.