Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengingatkan agar Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bekerja secara profesional di lapangan dan tak hanya sekadar menyenangkan atasan.
“Saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan,” kata Pramono usai acara townhall meeting bersama PPSU dan jajaran Pemprov DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Rabu.
Adapun acara itu tak hanya dihadiri PPSU, melainkan juga oleh lurah, camat, bupati, walikota, beserta jajaran perangkat daerah lainnya.
Pram, sapaan akrabnya, mengatakan acara tersebut diadakan terutama untuk memperbaiki kinerja PPSU di Jakarta.
Ia berharap kejadian pemalsuan hasil tindak lanjut aduan di JAKI menggunakan foto kecerdasan buatan (AI) tak lagi terulang.
"Setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali, tidak ada ruang untuk itu bisa diulang kembali,” tegas Pramono.
Untuk itu, Pramono meminta agar ke depannya sistem aduan dan tata kelola di JAKI dapat diperbaiki agar lebih transparan dan ditindaklanjuti dengan baik.
Menurut Pramono, segala masukan, pendapat, saran dan kritik dari warga Jakarta menjadi modal bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk memperbaiki diri.
Dalam kesempatan tersebut, selain memberikan arahan, Pramono pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran yang hadir.
“Saya juga memberikan apresiasi, dalam satu tahun ini sebenarnya semua indikasinya menjadi lebih baik, termasuk yang paling utama adalah indeks kota global, kota teraman, infrastruktur transportasi, dan sebagainya,” kata Pramono.
Baca juga: Pram beri kesempatan PPSU bekerja kembali usai kasus foto AI di JAKI
Baca juga: Legislator: tindak lanjut laporan JAKI harus terverifikasi
Baca juga: Pemkot Jaktim tegaskan ASN jangan "akal-akalan" tangani aduan JAKI
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.