Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge), dan PT Huawei Tech Investment menandatangani nota kesepahaman untuk mempercepat adopsi teknologi 5G+AI di seluruh sistem perkeretaapian Indonesia.
“Mudah-mudahan penandatanganan MoU pada hari ini merupakan titik awal dari kita membuat satu lompatan yang sangat hebat sekali ke depannya,” ujar CEO PT KAI Bobby Rasyidin dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis tripartit yang digelar di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu.
Dalam MoU tersebut, ketiga pihak akan bersama-sama mengeksplorasi tiga area utama, yakni Kerja Sama Infrastruktur ICT (Information and Communication Technology); Jaringan dan Aplikasi 5G FRMCS (Future Railway Mobile Communication System); serta Deteksi Gerbong Barang Berbasis Akal Imitasi (AI).
Kerja sama infrastruktur ICT menghadirkan jaringan backbone, cakupan nirkabel di stasiun dan depo, serta solusi cloud untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan fleksibilitas ekspansi layanan.
Kemudian, kerja sama tersebut akan menyediakan jaringan 5G FRMCS untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan perkeretaapian, termasuk proyek percontohan di jalur Rangkasbitung–Tanah Abang untuk keselamatan perlintasan sebidang dan pengaturan perjalanan kereta secara cerdas.
Selanjutnya, deteksi gerbong barang berbasis kecerdasan buatan (AI) merupakan penerapan analisis video berbasis AI untuk memungkinkan deteksi gangguan secara cerdas dan peringatan otomatis pada kereta barang, sehingga meningkatkan efisiensi perputaran dan mengurangi inspeksi manual.
“Karena di industri transportasi ini, itu yang namanya safety itu tidak boleh ada toleransi sama sekali,” ujar Bobby.
Dalam kesempatan tersebut, EO Huawei Smart Rail Business Unit Raymond Zuo menyampaikan bangga dapat mendukung KAI dan Surge dalam inisiatif strategis itu.
“Solusi 5G FRMCS dan aplikasi berbasis AI kami akan membantu mentransformasi operasional perkeretaapian Indonesia, memungkinkan komunikasi real-time, pengaturan perjalanan cerdas, serta pemeliharaan prediktif,” kata Raymond Zuo.
Baca juga: Tingkat kepuasan layanan mudik Lebaran 2026 capai 84,5 persen
Baca juga: KA Bangunkarta dan Singasari kini pakai rangkaian "New Generation"
Baca juga: Survei NEXT by ANTARA: 61,2 persen penumpang KAI pilih boarding manual
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.