Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan sebanyak 16.103 individu yang masuk dalam daftar negatif atau negative list kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional karena berstatus sebagai abdi negara dan pegawai perusahaan pemerintah.

Wakil Kepala BPS Sonny Hari Budiutomo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Rabu, menegaskan belasan ribu individu tersebut masuk daftar negatif sebagai menerima subsidi karena tercatat sebagai anggota PNS, TNI, Polri, serta pegawai BUMN maupun BUMD yang secara aturan status pekerjaannya sudah menjamin asuransi kesehatan.

"Dari total data yang kami sisir, terdapat 16.103 individu yang sebenarnya masuk daftar negatif," kata dia.

Temuan tersebut merupakan bagian dari hasil pengecekan lapangan atau ground check terhadap 11 juta data peserta PBI JKN yang dinonaktifkan pemerintah guna memastikan ketepatan sasaran subsidi kesehatan.

Soni menjelaskan, pembersihan data ini sangat penting dilakukan karena anggaran negara untuk subsidi kesehatan seharusnya diperuntukkan bagi warga prasejahtera yang berada pada kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Selain kelompok daftar negatif, BPS juga mengidentifikasi 254.443 individu di desil bawah yang tetap dinonaktifkan karena berbagai alasan medis dan administratif, seperti 72.226 orang yang sudah meninggal dunia dan 126.113 orang yang telah berpindah menjadi peserta mandiri.

"Kemudian ada 28 yang bansos tidak dipergunakan sesuai peruntukannya, misalnya terkait dengan judol ataupun pinjol dan seterusnya," kata dia.

Hingga saat ini, BPS bersama Kementerian Sosial masih melanjutkan validasi lapangan tahap kedua terhadap sisa data individu lainnya.

Langkah tersebut bertujuan untuk membangun basis data tunggal yang akuntabel guna memastikan keadilan bagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan iuran negara.

"Jadi sekitar 8,8 juta yang akan di-ground check di tahap kedua ini," cetusnya.

Baca juga: BPS libatkan mitra statistik percepat verifikasi data 11 juta PBI-JKN

Baca juga: 25 ribu KPM baru dalam penyaluran bansos triwulan kedua 2026

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.