Banjarbaru (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengapresiasi kinerja Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) dalam konservasi tanaman endemik di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Banjarbaru, sebagai pusat pelestarian dan edukasi lingkungan berkelanjutan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kemenhut RI Muhammad Zainal Arifin dalam keterangannya di Banjarbaru, Rabu, mengatakan pengelolaan kawasan TH2TI oleh Dishut Kalsel kini menunjukkan kinerja yang baik.

“Terutama dalam menjaga keberagaman hayati melalui konservasi tanaman endemik Kalimantan serta penguatan fungsi kawasan sebagai ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Ia menilai pendekatan pengelolaan yang mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, dan pemanfaatan sumber daya secara efisien menjadi contoh praktik baik dalam mendukung agenda nasional rehabilitasi hutan dan lahan secara berkelanjutan.

Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra mengatakan penguatan pengelolaan kawasan dilakukan secara konsisten, tidak hanya melalui konservasi tanaman endemik, tetapi juga melalui inovasi berbasis lingkungan yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan.

“Inovasi pengolahan limbah dedaunan menjadi kompos kami lakukan untuk mengurangi limbah kawasan sekaligus menekan kebutuhan pupuk, sehingga pengelolaan kawasan dapat berjalan lebih efektif dan ramah lingkungan,” katanya.

Dia menjelaskan inovasi kompos tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan hutan, karena limbah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi kawasan.

Di kawasan TH2TI, ia menyebut terdapat berbagai jenis tanaman khas hutan Kalimantan seperti pohon Ulin serta sekitar 14 ribu tanaman Meranti yang menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat konservasi.

Fathimatuzzahra menegaskan keberadaan tanaman endemik tersebut menjadi indikator komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga kekayaan hayati Kalimantan, sekaligus mendukung target nasional rehabilitasi hutan dan lahan berbasis kelestarian ekosistem.

Selain di kawasan hutan tropis itu, upaya konservasi tanaman endemik juga dilakukan di sejumlah lokasi lain yang dikelola Dishut Kalsel, seperti kawasan Zwagery Island dan wilayah Cempaka pada lahan milik Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Kunjungan kerja Kemenhut ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan inovasi pengelolaan hutan, sekaligus memastikan upaya konservasi dan rehabilitasi berjalan efektif untuk menjaga keberlanjutan hutan tropis di Kalimantan Selatan,” ujar Fathimatuzzahra.

Baca juga: Kemenhut jadikan tahun 2026 pembelajaran untuk antisipasi El Nino 2027

Baca juga: Kemenhut usulkan 21 ribu polisi kehutanan untuk jaga kawasan hutan

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.