Sampah yang dihasilkan di SPPG ini sebagian besar merupakan sampah rumah tangga sehingga perlu dilakukan pemilahan

Pulang Pisau (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, melakukan pengawasan pengelolaan sampah dan limbah secara mandiri di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memenuhi standar kualitas kesehatan.

"Pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga di SPPG harus dilakukan secara mandiri sehingga tidak lagi langsung dibuang ke TPS (tempat pembuangan sementara) atau TPA (tempat pembuangan akhir)," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pulang Pisau Godfridson di Pulang Pisau, Rabu.

Menurutnya, sumber utama sampah di SPPG berasal dari aktivitas rumah tangga khusus pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga diperlukan pola penanganan yang tepat melalui pemilahan dan pengolahan yang berkelanjutan.

"Sampah yang dihasilkan di SPPG ini sebagian besar merupakan sampah rumah tangga sehingga perlu dilakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik," jelasnya.

Baca juga: Dinkes Kaltim kawal dapur MBG pastikan penuhi standar

Godfridson menerangkan secara infrastruktur fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di SPPG Bereng sebenarnya sudah tersedia dan memenuhi standar. Namun, perlu pengelolaan yang lebih maksimal agar hasilnya optimal.

"IPAL di SPPG Bereng ini sudah terbangun dengan baik dan memenuhi standar, namun pengelolaan sampah masih belum dilakukan maksimal dan masih dibuang langsung ke TPS," ujarnya.

Ia mengatakan pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan bantuan mikroorganisme pengurai seperti M4 untuk mempercepat proses pembusukan serta mengurangi bau tidak sedap yang ditimbulkan.

Edukasi ini dilakukan, paparnya, menyasar 40 ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai relawan di SPPG agar mereka dapat mempraktikkan langsung pengelolaan sampah di rumah.

"Saya berharap juga mereka dapat menyampaikan ilmu ini kepada tetangga sekitar jika sampah rumah tangga masih bisa diolah dan dimanfaatkan," katanya.

Ia berharap melalui edukasi ini, masyarakat dapat memahami pentingnya tata kelola sampah yang baik. Termasuk, pemilahan antara sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pengolahan.

Menurut Godfridson dengan optimalisasi pengelolaan IPAL dan penerapan pengolahan sampah rumah tangga, pemerintah daerah optimis mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Pulang Pisau.

Baca juga: Pemkot Serang catat 90 SPPG aktif dukung Makan Bergizi Gratis

Pewarta: Kasriadi/Dita Marsena
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.