Yerusalem (ANTARA) - Para pemukim Israel memasang pintu besi di antara kawasan Cotton Merchants' Market (Suq al-Qattanin) dan Iron Gate (Bab al-Hadid) di Kota Tua Yerusalem yang diduduki, kantor berita Palestina WAFA melaporkan pada Rabu (15/4).

Otoritas Yerusalem menyatakan pintu tersebut didirikan di dekat Asosiasi Pemuda Kota Tua yang bersebelahan dengan Lapangan Zorba yang sebelumnya telah dikuasai pemukim Israel.

Langkah Israel itu dinilai sebagai serangan terhadap situs bersejarah sekaligus upaya mengubah karakter kawasan tersebut.

Otoritas setempat menambahkan pintu itu membatasi mobilitas warga Palestina, sementara pemukim Israel menjalankan ritual Yahudi di sekitarnya sebagai bagian dari upaya menciptakan realitas baru di Kota Tua.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa warga mendatangi polisi Israel untuk meminta pintu itu dicabut. Namun, polisi membantah ikut memasangnya dan tidak melakukan apa pun untuk mencabutnya.

Warga Palestina memperingatkan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari kebijakan sistematis Israel untuk mengendalikan ruang publik di Kota Tua serta merusak karakter historis kawasan itu.

Baca juga: Masjid Al-Aqsa dibuka kembali setelah ditutup Israel selama 40 hari
Baca juga: Indonesia dan negara Islam tolak Israel batasi ibadah di Yerusalem

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.