Hidup hanya sekali, jangan diperbudak oleh materi. Untuk itu harus memiliki makna

Kota Jambi (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan penguatan karakter kepemimpinan kepada ratusan mahasiswa Universitas Jambi (Unja) melalui kegiatan kuliah umum dan bedah buku di Rektorat Unja, Rabu.

“Hidup hanya sekali, jangan diperbudak oleh materi. Untuk itu harus memiliki makna,” kata Bima Arya saat menyampaikan materi.

Ia menjelaskan buku berjudul Babad Desa yang ditulisnya tidak sekadar memuat pengalaman selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor, tetapi juga berisi pendidikan politik serta strategi menghadapi dinamika birokrasi dan masyarakat.

Menurut dia, generasi muda perlu menemukan jati diri sejak dini sebagai bekal menata masa depan, termasuk dalam menentukan pilihan karier maupun keterlibatan di dunia politik.

Baca juga: Wamendagri sidak penerapan WFH di Pemkot Bekasi

Dalam bukunya, lanjut dia, juga dibahas strategi mengelola berbagai kepentingan, di mana seorang pemimpin dituntut mampu menjaga keseimbangan tanpa meninggalkan nilai idealisme.

Bima Arya menilai masih banyak kepala daerah yang terjebak dalam kegiatan seremonial sehingga kurang optimal menjalankan program kerja.

“Akibatnya, hingga akhir masa jabatan tidak ada program yang menonjol karena ketidakmampuan menjaga ritme kerja dan menggerakkan birokrasi,” ujarnya.

Baca juga: Wamendagri: WFH bentuk efisiensi dan tata kelola baru bernegara

Ia juga mendorong generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan aktif membangun jejaring.

“Perbanyak bergaul agar kepekaan dalam memahami karakter orang terasah, dan jangan ragu selama langkah yang diambil diyakini benar,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan Politik Unja Ahmad Riansyah mengapresiasi materi yang disampaikan.

Menurut dia, paparan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan kepemimpinan serta pentingnya kerja keras dan disiplin dalam menjalankan amanah.

“Materinya menarik dan memberi pemahaman tentang tantangan serta cara mencari solusi,” ujarnya.

Baca juga: Wamendagri: Desa berperan strategis dalam eliminasi TBC di RI

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.