Istanbul (ANTARA) - Sebuah kapal tanker raksasa Iran yang mengangkut minyak mentah diklaim telah memasuki perairan negara itu setelah melintasi Selat Hormuz meski ada ancaman blokade dari Amerika Serikat.
Kantor berita Fars melaporkan pada Rabu (14/4) bahwa supertanker yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah itu berlayar melalui perairan internasional dan Selat Hormuz dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.
Belum ada komentar dari otoritas AS terkait laporan tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah "sepenuhnya menghentikan" perdagangan maritim menuju dan dari Iran.
CENTCOM mengatakan blokade tersebut diberlakukan terhadap semua kapal dari negara mana pun yang melintas di Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan bahwa pasukan AS "tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran."
AS melakukan blokade setelah negosiasi langsung AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran akan buat aturan khusus pelayaran di Selat Hormuz
Baca juga: CENTCOM: AS hentikan perdagangan laut Iran dalam 36 jam
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.