Istanbul (ANTARA) - Amerika Serikat berencana mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari upaya untuk menekan Iran agar mau menyepakati pengakhiran konflik, demikian laporan The Washington Post, Rabu.

Pasukan tambahan yang dilaporkan mencakup sekitar 6.000 personel itu akan ditugaskan di kapal induk USS George H. W. Bush dan kapal perang pendampingnya, menurut keterangan pejabat dan mantan pejabat yang disebut anonim.

Sementara itu, sekitar 4.200 personel dari Boxer Amphibious Ready Group dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 Korps Marinir juga akan tiba sebelum akhir April.

Penambahan pasukan itu diharapkan dapat memperkuat kehadiran militer AS yang sudah ada di kawasan, seiring dengan gencatan senjata selama dua pekan yang akan berakhir pada 22 April.

Baca juga: Iran klaim kapal tankernya lolos blokade AS usai lintasi Selat Hormuz

Pasukan tambahan tersebut akan bergabung dengan sekitar 50.000 personel AS, yang menurut Pentagon telah terlibat dalam operasi militer menghadapi Iran.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi serangan udara atau operasi darat jika gencatan senjata tersebut tidak bertahan.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, pembicaraan antara pihak-pihak terkait telah digelar di Islamabad, Pakistan, untuk mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, pembicaraan antara delegasi AS dan Iran itu belum menghasilkan kesepakatan.

Upaya untuk menggelar pembicaraan berikutnya pun masih terus dilakukan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Vance sebut Trump berupaya capai "kesepakatan besar" dengan Iran

Baca juga: Iran akan buat aturan khusus pelayaran di Selat Hormuz

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.