Jakarta (ANTARA) - Samsung dilaporkan tengah mengembangkan konsep baru ponsel lipat tiga (tri-fold) dengan desain yang lebih lebar untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan.
Dilansir dari Gizmochina pada Rabu (15/4) waktu setempat, berdasarkan bocoran dari dokumen paten, konsep ponsel yang disebut sebagai Galaxy Z TriFold Wide menghadirkan form factor berbeda dibandingkan perangkat tri-fold Samsung generasi sebelumnya.
Saat dalam kondisi terlipat, perangkat ini dirancang menyerupai ponsel biasa dengan ukuran sedikit lebih lebar, sementara ketika dibuka akan berubah menjadi layar besar menyerupai tablet.
Desain tersebut disebut sebagai respons terhadap salah satu keluhan utama pada perangkat multi-lipat sebelumnya, yakni rasio aspek layar yang dianggap kurang ideal untuk penggunaan sehari-hari.
Baca juga: 50 persen seri Galaxy S27 bakal ditenagai Exynos 2700
Sebelumnya, Samsung telah merilis ponsel tri-fold generasi pertama yakni Samsung Galaxy Z TriFold, namun ponsel tersebut menghadapi tantangan produksi sehingga tidak banyak tersedia di pasar.
Meski demikian, minat konsumen terhadap ponsel tersebut tetap tinggi. Ponsel yang hanya tersedia dalam stok terbatas dilaporkan habis terjual dalam waktu singkat, bahkan harga jual kembali meningkat signifikan.
Konsep desain yang lebih lebar ini juga sejalan dengan rumor pengembangan lini ponsel lipat Samsung lainnya, termasuk Galaxy Z Fold 8 yang disebut akan mengusung rasio layar lebih seimbang.
Di sisi lain, persaingan di segmen perangkat lipat semakin meningkat. Huawei telah lebih dulu bereksperimen dengan desain layar lipat yang lebih lebar, sementara Apple dikabarkan akan memasuki segmen ponsel lipat dalam waktu dekat.
Baca juga: Bocoran ukuran bodi dan layar Samsung Galaxy Z Flip 8 terungkap
Baca juga: Samsung siapkan Galaxy S27 Pro dengan fitur Ultra tanpa S Pen
Baca juga: Galaxy Z Wide Fold hingga Z Flip8 kantongi sertifikasi di India
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.