SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga,

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan intervensi perberasan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga beras serta memastikan pasokan tetap terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

"SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga," kata Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan, harga beras secara nasional terpantau masih cukup terkendali. Meski fluktuasi masih terjadi, namun tetap terkendali. Pemerintah konsisten menjalankan berbagai program intervensi perberasan dengan menggelontorkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam analisis Bapanas terhadap data kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Badan Pusat Statistik (BPS) minggu kedua April, beras dilaporkan ada kenaikan IPH pada 83 kabupaten/kota secara nasional.

Baca juga: Bapanas minta distributor dan importir patuhi harga acuan kedelai

Dari total itu, hanya 41 kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH beras dan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk kenaikan IPH yang melebihi HET beras medium terjadi di 19 provinsi.

Adapun Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan jumlah kabupaten/kota yang alami kenaikan IPH melebihi HET beras medium di 5 sampai 6 kabupaten/kota.

Untuk itu, Bapanas telah meminta Perum Bulog untuk memacu realisasi penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Selain itu, program bantuan pangan beras sebagai bantalan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan juga dapat menstabilkan kondisi perberasan.

Baca juga: Mentan tegaskan target swasembada gula konsumsi tak geser di 2027

"Jadi Bulog agar segera untuk mempercepat realisasi beras SPHP, sehingga dapat berlangsung lebih kencang," ucapnya.

Dalam laporan yang diterima Bapanas, lanjut Andriko, realisasi penjualan beras program SPHP tahun 2026 sejak awal Maret sampai 14 April telah mencapai 111,2 ribu ton.

"Ini cukup berkorelasi terhadap perkembangan harga beras medium secara nasional," tuturnya.

Dalam pantauan Bapanas, rata-rata harga beras medium secara nasional per 12 April di semua zonasi kompak tidak melampaui HET. Di Zona I rerata harga beras medium di Rp12.984 per kilogram (kg) atau 3,82 persen di bawah HET, Zona II di Rp13.615 per kg atau 2,75 persen di bawah HET, dan Zona III di Rp15.178 per kg atau 2,08 persen.

Baca juga: Mentan sebut stok CBP 4,72 juta ton bukti ketahanan pangan RI kokoh

Bapanas mendorong Bulog untuk meningkatkan realisasi SPHP beras pada wilayah yang memiliki realisasi masih rendah terhadap target salur masing-masing daerah.

Misalnya, wilayah DKI Jakarta dan Banten dengan total target salur sampai akhir tahun di 46,82 ribu ton, realisasi penjualan baru di 1,45 ribu ton.

Program intervensi beras lainnya yakni bantuan pangan yang berperan sebagai bantalan ekonomi dapat pula menjadi peredam fluktuasi harga beras. Total target salur beras telah Bapanas tugaskan ke Bulog untuk dapat tersampaikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

"Kemudian, selain beras SPHP, Badan Pangan Nasional juga menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng per KPM sebanyak 33,2 juta seluruh Indonesia. Ini gratis. Kalau SPHP yang tadi, beras dengan harga murah," jelas Andriko.

Baca juga: Bapanas tegaskan pangan RI kuat, mayoritas produksi dalam negeri

Selain menjadi bantalan ekonomi, program bantuan pangan yang digagas pemerintah juga untuk menjaga daya beli masyarakat. Ini dapat turut pula mendorong akses konsumsi terhadap pangan menjadi lebih mudah.

"Jadi agar harga-harga beras di tingkat konsumen bisa lebih diredam dengan bantuan pangan dan beras SPHP," ucapnya.

Bapanas mencatat realisasi salur bantuan pangan per 15 April telah mencapai 87,4 juta kg dan minyak goreng 17,5 juta liter. Cakupannya telah mulai berjalan di 34 provinsi. 4 provinsi yang belum antara lain Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, stok CBP nasional kembali memecahkan rekor.

Baca juga: Bapanas: Beras SPHP 2 kg akomodasi kebutuhan rakyat kecil

Total CBP sudah berada di angka 4,75 juta ton, sehingga pemerintah akan leluasa dalam menggelontorkan untuk program intervensi perberasan.

"Yang jelas sekarang beras sudah selesai. Capaian hari ini, stok Bulog itu 4,7 juta ton. Ini sangat bagus. Bulan ini, Insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka," ungkap Kepala Bapanas Amran.

Dalam catatan Bapanas, total stok beras secara nasional yang dikelola Perum Bulog per 14 April telah mencapai 4,75 juta ton. Angka itu telah melampaui rekor stok CBP tertinggi di tahun lalu yang pernah mencapai 4,2 juta ton di Juni 2025.

Sebagai implikasi positifnya, tingkat inflasi beras menjadi lebih stabil dan rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Inflasi beras bulanan paling tinggi di 2025 di 1,35 persen pada bulan Juli. Sementara di 2023 dan 2024 pernah mencapai 5,61 persen di September 2023 dan 5,28 persen di Februari 2024. Sementara inflasi beras terbaru di Maret 2026 berada di 0,65 persen.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.