Moskow (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pihaknya berniat memasok ratusan rudal Patriot ke Ukraina selama empat tahun ke depan.

Pada Selasa, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov dan Pistorius menandatangani tiga perjanjian terkait pasokan senjata dan pembiayaan produksi senilai empat miliar euro (sekitar Rp80,9 triliun).

Secara khusus, Jerman akan membiayai kontrak senilai 3,2 miliar euro (sekitar Rp64,7 triliun) untuk pembelian beberapa ratus rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, dan juga akan membayar pengiriman 36 sistem pertahanan udara IRIS-T ke Ukraina.

"Memperkuat pertahanan udara Ukraina tetap menjadi prioritas utama Jerman," kata Pistorius dalam konferensi pers pada Rabu setelah pertemuan kelompok kontak terkait Ukraina.

"Oleh karena itu, pertahanan udara merupakan komponen kunci dari paket dukungan yang telah kami sepakati kemarin. Ini termasuk ratusan rudal berpemandu Patriot. Rudal-rudal tersebut akan dikirim secara bertahap selama empat tahun ke depan," imbuhnya.

Pada Rabu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Kyiv menghadapi kekurangan rudal Patriot terburuk sejak awal konfliknya dengan Rusia, di tengah eskalasi baru-baru ini di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Ribuan warga Jerman hadiri pawai damai paskah untuk menentang perang

Baca juga: Jerman tolak tahun 2027 sebagai target tanggal aksesi Ukraina ke UE

​​​​​​​

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.