Kami terus berupaya semaksimal mungkin, perkembangan akan kami sampaikan secara berkala

Pontianak (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mengerahkan 20 personel untuk melakukan pencarian helikopter dengan kode registrasi PK-CFX yang dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis.

"Benar, saat ini kami sudah mengirimkan 20 personel menuju ke lokasi," kata Kepala Kantor SAR Pontianak I Made Junetra di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan hilang kontak dari AirNav pada pukul 10.40 WIB.

Baca juga: Basarnas kirim tim cari heli hilang dalam penerbangan di Kalbar

Helikopter tersebut diketahui hilang kontak sekitar pukul 08.39 WIB di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Pesawat tersebut dilaporkan tengah menjalankan operasional untuk KPN Plantation.

Berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 00°12'00" LS – 110°44'00" BT atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.

Junetra menjelaskan, helikopter PK-CFX tersebut saat itu sedang dalam perjalanan dari Kabupaten Sintang menuju Pontianak sebelum akhirnya kehilangan kontak di tengah penerbangan.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim SAR gabungan dari Sintang telah lebih dahulu bergerak menuju lokasi kejadian, kemudian diperkuat dengan tambahan personel dari Pontianak.

Hingga saat ini, kondisi helikopter maupun kru yang berada di dalamnya masih belum diketahui.

Baca juga: Tim SAR Banten cari warga China terseret arus Pantai Cibobos Lebak

Ia menambahkan, medan pencarian yang berada di kawasan pedalaman dengan akses terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna menemukan titik keberadaan helikopter secepat mungkin.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin, perkembangan akan kami sampaikan secara berkala," tuturnya.

Pihak SAR juga mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari otoritas terkait serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kejadian tersebut.

Baca juga: Tim SAR temukan satu korban longsor di Sumedang Kamis Siang

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.