Moskow (ANTARA) - Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berpotensi mulai berlaku pekan ini di tengah tekanan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, lapor Financial Times mengutip pejabat Lebanon.

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah disebut dapat berlaku setelah pasukan darat Israel menyelesaikan penguasaan kota strategis Bint Jbeil di Lebanon selatan, ungkap laporan suratkabar itu, Rabu.

Menurut pejabat Lebanon, jika gencatan senjata diumumkan, durasinya kemungkinan bergantung pada lamanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Gencatan senjata tersebut berarti penghentian serangan Israel, namun tidak mencakup penarikan pasukan Israel.

Baca juga: AS puji pembicaraan Israel-Lebanon sebagai pencapaian besar

Namun demikian, gencatan senjata di Lebanon tidak menjadi bagian dari perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sebut laporan tersebut.

“Ini bukan sesuatu yang kami minta dan bukan bagian dari negosiasi damai dengan Iran, tetapi presiden akan menyambut baik berakhirnya permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon,” kata seorang pejabat senior AS seperti dikutip surat kabar itu.

Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika kelompok Lebanon itu kembali meluncurkan roket ke wilayah Israel di tengah kampanye militer AS-Israel terhadap Iran.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, termasuk wilayah selatan, Lembah Bekaa, serta pinggiran Beirut.

Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di Lebanon selatan.

Setelah pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat pekan lalu, Hizbullah sempat menghentikan operasinya terhadap Israel.

Baca juga: Pengamat: Negosiasi langsung Israel-Lebanon awal bangun kepercayaan

Namun, operasi tempur kelompok tersebut kembali berlanjut pada 9 April setelah Israel melancarkan serangan besar ke Beirut dan sejumlah kota di Lebanon selatan sehari sebelumnya.

Sumber: SPuntik

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.