Jakarta (ANTARA) - Aktris Zulfa Maharani menilai bahwa perempuan pada era masa kini telah mampu berkarya pada bidang yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang terkadang dianggap hanya dapat dijalani oleh laki-laki.

"Aku sekarang lihat banyak juga perempuan-perempuan juga mengambil, bukan mengambil ya tapi maksudnya sudah ada di job desk yang didominasi sama laki-laki. Itu membuktikan bahwa perempuan juga punya kapabilitas untuk bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin dulu dianggap kurang kompeten gitu," kata Zulfa saat berkunjung ke Kantor ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ia mengajak para generasi muda terutama perempuan untuk terus maju dan berkarya melalui bidang yang digemari serta merawat perjuangan dan semangat sosok pahlawan nasional Kartini.

Baca juga: Veronica Tan ajak perempuan untuk berkarya, hadirkan perubahan

Baca juga: Erick Thohir buka panggung perempuan dan pemimpin muda di Kemenpora

"Jadi menurut aku sekarang adalah peran penting kita generasi-generasi muda untuk maju. Maksudnya adalah untuk tetap merawat perjuangan dan semangatnya dengan tetap punya pilihan dalam hidup gitu," tambah dia.

Selain itu, ia juga menyerukan agar perempuan-perempuan di Indonesia saling mendukung satu sama lain demi kemajuan sesama.

"Karena kalau bukan sesama perempuan yang melindungi perempuan siapa lagi. Ruang yang aman adalah saling mendukung satu sama lain," katanya.

Perayaan Hari Kartini (21 April) kerap diperingati dalam upaya menyerukan pentingnya emansipasi, pemberdayaan perempuan di era modern.

Adapun peringatan tersebut dilatarbelakangi kesadaran Kartini untuk melawan kebiasaan lawas bangkit ketika dirinya dipingit pada usia 12 tahun.

Armijn Pane mencatat, Kartini baru 'lepas' secara resmi dari pingitan pada tahun 1898 atau kala umurnya 19 tahun.

Bukan cuma tentang perempuan, Kartini juga mengekspresikan pemikiran tentang keadaan bangsanya secara keseluruhan. Hidup di tengah derasnya arus feodalisme dan penjajahan telah menggugah indra nasionalismenya.

Kartini terguncang melihat rakyat di sekitarnya yang berada dalam kesengsaraan. Kartini adalah pemula dari sejarah modern Indonesia.

Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan yang di Indonesia untuk pertama kali timbul di Demak-Kudus-Jepara sejak pertengahan kedua abad yang lalu. Kartini adalah pemikir modern Indonesia yang pertama-tama.

Baca juga: Sambut Hari Kartini, Gibran dorong kolaborasi pemberdayaan perempuan

Baca juga: Angel Pieters maknai Hari Kartini sebagai momentum perempuan berjuang

Baca juga: Wamen PPPA: Kebun Pangan Perempuan strategi penguatan peran perempuan

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.