Jakarta (ANTARA) - Mantan pemain Shunsuke Nakamura resmi diangkat menjadi staf kepelatihan Timnas Jepang di bawah pimpinan pelatih kepala Hajime Moriyasu.
Dikutip dari laman resmi federasi sepak bola Jepang (JFA), Kamis, Nakamura akan membantu Moriyasu untuk menatap Piala Dunia 2026 yang rencananya digelar Juni hingga Juli.
Nakamura mengatakan sangat senang bisa menjadi bagian dari tim pelatih Timnas Jepang untuk menghadapi Piala Dunia 2026.
"Saya mempertimbangkan dengan saksama dampak bergabungnya saya pada saat yang sangat penting ini, tepat sebelum final Piala Dunia, tetapi setelah menerima kata-kata yang penuh semangat dan dukungan dari Pelatih Moriyasu, saya memutuskan untuk menerima posisi tersebut," jelas Nakamura.
SAMURAI BLUE コーチに中村俊輔氏が就任 #jfa #daihyo https://t.co/1x7kSWWlqz pic.twitter.com/6MBJWFVy4S
— サッカー日本代表 ???????? (@jfa_samuraiblue) April 16, 2026
"Saya akan berusaha untuk memiliki aspirasi yang sama dengan para pemain tim nasional Jepang yang berkompetisi di panggung dunia dan berkontribusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tim," sambungnya.
Baca juga: FIFA dikabarkan gelar play-off tambahan, PSSI tunggu kepastian
Shunsuke Nakamura merupakan mantan pemain internasional Timnas Jepang yang memiliki pengalaman bermain di klub Eropa seperti Reggina (Italia), Celtic (Skotlandia), dan Espanyol (Spanyol).
Sementara itu, bersama Timnas Jepang, Nakamura tampil sebanyak 98 pertandingan di berbagai ajang, termasuk di Piala Dunia 2006 dan 2010, serta menyumbangkan 24 gol.
Sebagai pelatih, sosok kelahiran 24 Juni 1978 itu memiliki pengalaman menangani klub Liga Jepang Yokohama FC pada 2023 hingga 2025.
Meski sudah dipastikan akan menjadi staf pelatih Timnas Jepang, belum ada informasi resmi mengenai peran yang akan dijalankan oleh sosok yang dikenal dengan tendangan bebas mematikan itu.
Baca juga: Hugo Ekitike dipastikan absen di Piala Dunia 2026
Baca juga: Skotlandia tak mau hanya fokus ke Brasil di Piala Dunia 2026
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.