Bandarlampung (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul Van Gastel meminta pemainnya untuk mewaspadai tiga penyerang baru Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan Super League Indonesia 2025/2026.
"Untuk pemain yang kami waspadai ada tiga penyerang karena memiliki fisik, postur, dan kecepatan yang sangat berbahaya. Tentu kami harus berhati-hati dengan mereka," katanya di Bandarlampung, Kamis.
Ia pun meminta kepada para pemain untuk fokus terutama dalam penguasaan bola, jangan sampai melakukan kesalahan, karena momen tersebut dapat sangat berbahaya karena transisi lawan sangat cepat.
"Tentu kami harus berhati-hati soal itu. Karena tiga pemain depan mereka sangat cepat dan kuat," katanya.
Baca juga: Pelatih Bhayangkara yakin skuadnya beri performa terbaik lawan PSIM
Menurutnya pula Bhayangkara FC yang saat ini bukanlah tim yang bertanding dengan PSIM Yogyakarta pada pertemuan pertama, karena kehadiran sejumlah pemain baru pada bursa transfer membuat mereka menjadi lebih kompetitif.
"Mereka menerima enam pemain baru dan mengumpulkan 23 poin. Jadi itu sangat mengagumkan, ini adalah tim yang berbeda dengan tim di Yogyakarta, kalian bisa melihat tiga penyerang mereka sangat berbahaya," katanya.
Namun begitu, lanjut dia, PSIM telah melakukan persiapan seperti biasanya guna menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim.
"Secara keseluruhan anak-anak sudah siap tampil meski kami kehilangan dua pemain. Tapi itu bukan masalah karena pemain sudah tahu cara bermain PSIM, dan itu yang kita minta dari season awal, apabila tim membutuhkan kalian harus siap dan ini saatnya untuk kalian bermain," katanya.
Berdasarkan klasemen Super League Indonesia 2025/2026 saat ini Bhayangkara berada pada posisi kelima dengan 44 poin, sementara itu PSIM Yogyakarta bertengger di urutan kesembilan dengan 38 poin.
Baca juga: Maxwell Souza sebut Persija akan hadapi PSBS dengan kerendahan hati
Baca juga: Hodak selangkah lagi pecahkan rekor poin pelatih legendaris Persib
Pewarta: Dian Hadiyatna
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.