Yang jelas nanti petugas haji akan dipersiapkan skema-skema kontingensi. Artinya skema-skema kedaruratan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah menyatakan petugas haji yang akan mengawali keberangkatan ke Tanah Suci pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipersiapkan untuk membentuk skema kontingensi atau kedaruratan.
“Yang jelas nanti petugas haji akan dipersiapkan skema-skema kontingensi. Artinya skema-skema kedaruratan,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.
Dahnil menjelaskan kelompok terbang (Kloter) pertama petugas yang diberangkatkan didominasi oleh tim perlindungan jamaah (linjam). Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah selama berada di Arab Saudi.
Menurut dia, komposisi petugas Linjam tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri. Selain Linjam, petugas yang diberangkatkan mencakup tenaga pendukung, wartawan serta petugas yang ditempatkan di bandara.
“Sebagian besar yang berangkat pertama adalah tim linjam. Mereka terdiri dari TNI, Polri, kemudian ada teman-teman wartawan yang juga bertugas dan teman-teman yang bertugas di bandara,” ujarnya.
Baca juga: Wamenhaj: Penyelenggaraan haji 2026 harus jadi tonggak sejarah baru
Dahnil menegaskan keberadaan tim ini sangat penting dalam mendukung pelaksanaan rencana kontingensi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian Jadi memang untuk kontingensi plan atau kemudian kedaruratan nanti di sana tim akan dipersiapkan,” kata dia.
Pemerintah memastikan seluruh petugas yang diberangkatkan telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan guna menjalankan tugas secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada jamaah calon haji Indonesia.
Dalam mengawali misi haji 2026, sekitar 400-an petugas haji akan mulai berangkat ke Tanah Suci pada Jumat. Mereka akan menjadi tim pendahulu untuk memastikan kesiapan layanan menyambut tamu-tamu Allah SWT.
Para petugas haji yang mulai berangkat adalah mereka yang bertugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara. Adapun jamaah calon haji kelompok terbang (Kloter) pertama akan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Baca juga: Wamenhaj minta petugas haji wakafkan diri layani jamaah sepenuh hati
Baca juga: Kemenhaj: Petugas haji mulai berangkat ke Tanah Suci 17 April 2026
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.