Jakarta (ANTARA) - Kalangan industri cat dalam negeri menyatakan komitmen untuk menghasilkan produk yang bebas timbal sebagai upaya mendukung aspek kesehatan dan keamanan produk bagi konsumen.

President Director PT Kansai Prakarsa CoatingsTakahiko Tsuda menyatakan perusahaan menghadirkan solusi cat bebas timbal di seluruh portofolio produk, baik untuk segmen ritel maupun kebutuhan industri B2B (business-to-business) sebagai langkah dalam memastikan setiap produk tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga lebih aman bagi masyarakat.

"Kami percaya cat tidak hanya berfungsi untuk memperindah, tetapi juga berkontribusi pada rasa aman, kenyamanan, dan kualitas hidup masyarakat," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Untuk itu Takahiko memastikan bahwa seluruh solusi cat bebas timbal yang dihadirkan perusahaan telah memenuhi standar nasional (SNI) serta mengacu pada praktik terbaik internasional.

Hal ini diperkuat melalui sertifikasi SNI untuk Cat Dekoratif Berbasis Pelarut yang telah mengadopsi batas kandungan timbal nasional sebesar 90 ppm (parts per million), sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

“Komitmen ini tidak hanya membantu masyarakat menikmati ruang hidup yang lebih sehat dan nyaman, tetapi juga mendorong praktik industri yang lebih bertanggung jawab," katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari industri kimia hilir, termasuk sektor cat dan pelapis, merupakan salah satu sektor strategis yang terus menunjukkan pertumbuhan positif di Indonesia.

Pada 2025, tambahnya, industri cat nasional tercatat memiliki kapasitas terpasang 1,5 juta MT (metrik ton) per tahun dan menyerap 36.000 tenaga kerja, dengan potensi kebutuhan pasar dalam negeri lebih dari 1 juta MT.

Untuk menjaga pertumbuhan industri tersebut, menurut dia aspek kualitas dan keamanan produk menjadi semakin penting untuk memastikan keberlanjutan industri sekaligus perlindungan masyarakat.

Dia menyatakan pemerintah berkomitmen untuk mendorong industri yang tidak hanya berdaya saing, namun juga bertanggung jawab melalui penerapan standar dan kebijakan yang tepat.

"Penerapan standar serta pembatasan bahan berbahaya menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi langkah pelaku industri, yang terus berinovasi dalam menghadirkan produk yang lebih aman sebagai kontribusi nyata dalam menciptakan bangunan dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Program Manager Lead Exposure Elimination Project (LEEP), organisasi internasional yang bekerja sama dengan pemerintah dan produsen cat mancanegara dalam mendukung transisi cat bebas timbal, Ivan Mahardika menyatakan paparan timbal masih menjadi perhatian utama dalam isu kesehatan lingkungan, khususnya bagi tumbuh kembang anak-anak.

Produksi cat bebas timbal, lanjutnya, bisa dilakukan oleh perusahaan dan merupakan langkah penting untuk menjaga hunian dan bangunan aman bagi semua.

"Kami menyambut inisiatif positif dari berbagai produsen cat Indonesia yang berkomitmen memproduksi cat bebas timbal," katanya.

Baca juga: Material bangunan berpengaruh langsung kepada kesehatan penghuni

Baca juga: APCI bidik peluang industri cat dalam pembangunan IKN

Pewarta: Subagyo
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.