Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pemasangan mal pondasi tiang baja yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan
Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Darat (AD) mempercepat pembangunan jembatan gantung Perintis Garuda di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara guna meningkatkan akses jalur darat bagi masyarakat setempat.
Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, TNI AD menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program perbaikan dan pembangunan infrastruktur jembatan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan personel yang dikerahkan dalam pembangunan jembatan berasal dari Babinsa Koramil 0108-03/Badar bersama masyarakat setempat.
“Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap pemasangan mal pondasi tiang baja yang menjadi bagian krusial dalam menopang kekuatan struktur jembatan,” kata Donny.
Baca juga: Kodim 0108/Aceh Tenggara bangun jembatan gantung pascabanjir bandang
Ia menjelaskan tahap tersebut sangat penting karena menentukan kekuatan serta daya tahan jembatan dalam jangka panjang.
Menurut dia, personel TNI AD bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengerjakan pembangunan jembatan selama beberapa hari terakhir.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala, Donny memastikan proses pembangunan tetap berjalan agar dapat segera diselesaikan.
Ia berharap jembatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Badar, Aceh Tenggara.
“Keberadaan jembatan ini akan menjadi akses vital bagi masyarakat dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sehari-hari, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian,” ujar Donny.
Baca juga: Desa terisolir di Aceh Tengah sudah bisa dilalui kendaraan roda dua
Baca juga: TNI AD pastikan pembangunan jembatan di Tamiang capai 79 persen
Baca juga: TNI AD bangun jembatan gantung di Aceh Utara, permudah mobilitas warga
Pewarta: Walda Marison
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.