Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan di Sumbar memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan layanan pendidikan yang baik

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil merampungkan 349 sekolah hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 serta menyalurkan 7.047 Interactive Flat Panel (IFP) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan program revitalisasi sekolah di Provinsi Sumbar tersebut diselesaikan dengan total anggaran lebih dari Rp306 miliar, dengan rincian 31 PAUD, 135 SD, 93 SMP, 43 SMA, 16 SMK, 21 SLB, dan 10 SKB.

“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi upaya Kemendikdasmen mendukung AstaCita Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul, sekaligus menjadi bukti nyata dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Jumat.

Selanjutnya untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, ia memaparkan langkah nyata Kemendikdasmen di Sumatera Barat, antara lain penyaluran 7.047 IFP kepada 1.110 PAUD, 4.236 SD, 867 SMP, 350 SMA, 164 SMK, 187 SLB, dan 133 SKB pada sepanjang tahun 2025.

Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah tambah 60.000 unit tahun ini

"Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan di Sumbar memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan layanan pendidikan yang baik. Dengan begitu, anak-anak dapat tumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Sumbar," kata Mendikdasmen Mu'ti.

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyoroti Program Wajib Belajar 13 Tahun. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya tentang membangun infrastruktur, melainkan juga membangun karakter anak yang harus dimulai sejak usia dini.

Untuk itu pihaknya memberikan perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) mulai dari jenjang TK kepada lebih dari 880 ribu murid dengan nilai Rp 450 ribu per anak per tahun mulai tahun 2026.

Baca juga: Pemkab Pasaman Barat dapat dana revitalisasi sekolah terdampak bencana

"Program tersebut sejalan dengan hasil kajian psikologi yang menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi yang menentukan keberhasilan jenjang pendidikan di atasnya. Dan juga menjadi langkah awal pembentuk karakter anak," ujar Mendikdasmen.

Sementara itu Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota Safni Sikumbang mengajak seluruh warganya untuk menjaga, merawat, dan mendukung keberlangsungan seluruh satuan pendidikan agar dapat memberikan dampak yang baik untuk anak-anak di kabupaten itu.

"Kami sangat berterima kasih bahwa program ini menjadi wujud nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas di daerah kami. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga proses pembelajaran di tempat kami dapat berlangsung dengan lebih optimal," ucapnya.

Baca juga: Tinjau kesiapan TKA, Wamendikdasmen tekankan kejujuran pada murid SD

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.